Opini

Waktu Sebagai Agen Revolusi Kedisiplinan Dalam Dinamika Kehidupan di Era Modern

Oleh: Agustinus Firginus Kea
Mahasiswa Fakultas Filsafat Unwira Kupang

KUPANG-JARRAKPOSKUPANG.COM-
Apa yang bakal terjadi pada saat ini? Bila manusia tidak lagi menjahit dan menenun kehidupan, dengan berlandaskan pada nilai kebenaran yang ada dalam semangat kedisiplinan? Apalagi ketika terjadi kekeliruan dalam membentuk pribadi manusia. Secara perlahan Manusia akan mengalami proses keterlenaan yang berujung pada sikap ketergantungan.

Dalam kaitannya dengan intelektualitasnya, waktu juga menentukan perubahan yang terjadi pada setiap Manusia untuk menjadi dirinya sendiri dan semakin manusiawi yang merupakan awal dari komitmen manusia untuk tujuan perubahan.

Komitmen yang ada merupakan usaha awal ketika manusia ingin berjuang untuk mencapai perubahan yang nyata dalam hidupnya. Siapa pun orangnya, tentu tidak menginginkan hal yang buruk yang harus dialami dalam hidupnya. Setiap orang merindukan suatu kebaikan yang nyata dalam hidupnya baik yang berasal dari dalam dirinya maupun dalam hidup sosial masyarakat.

Hidup yang lebih baik merupakan suatu usaha nyata untuk mencapai suatu pemaknaan yang benar akan nilai nyata dari kehidupan itu sendiri. Nilai hidup yang nyata merupakan bukti usaha dari setiap manusia sebagai pemaknaan nilai kebaikan. Nilai kebaikan itulah yang menjadi orientasi dasar dari setiap perjuangan manusia menuju perubahan.

Manusia selalu berjuang untuk mencapai orientasi yang menjadi dasar dari perjuangan hidupnya untuk memperoleh makna nilai dalam hidupnya.

Pendasaran tentang waktu berkaitan dengan kehidupan manusia yang menjadikan waktu sebagai dasar yang melandasi alam.

Waktu mempunyai keterkaitan dengan ruang karena keduanya dalam proses kehidupan manusia. Pernyataan tentang waktu merupakan esensial dalam kaitannya
dengan persoalan alam.

Waktu dapat juga disadari dari sudut pandang materi. pembicaraan tentang waktu memiliki pandangan yang cukup luas. Ada beberapa filsuf yang secara khusus membicarakan tentang waktu. Manusia sejatinya sadar bahwa, ia mengalami dirinya sebagai aktual, sekarang ini. Realita hidupnya beriringan dengan perubahan waktu.

Pandangan tentang waktu juga muncul dalam pandangan beberapa filsuf di abad pertengahan seperti Agustinus. Analisis Agustinus tentang waktu dalam Confessiones yang merupakan pandangan yang sangat terkenal.

Bagi Agustinus bahwa pengelaman akan waktu merupakan hasil suatu proses kesadaran manusia (memoria). Bagi Agustinus ada dua pembagian waktu menurutnya yaitu waktu objektif dan waktu subjektif. Waktu Objektif adalah semacam arus tetap ketika segala kejadian berlangsung.

Baca Juga :  Peduli Lingkungan

Waktu objektif adalah terpecah-pecah secara jelas dan ketat dalam satuan-satuan waktu, yaitu masa lalu yang telah lewat dan tiada lagi, masa depan yang belum datang, dan masa kini yang hanya momen sesaat antara masa lalu dan masa depan. waktu subjektif adalah kesadaranku akan keberlangsungan segala sesuatu.

Manusia sebagai homo faber, yang hanya dapat menyatakan dan menilai sesuatu berdasarkan penelitian tertentu. Penelitian itu bersumber atau ditentukan oleh waktu. Waktulah yang menentukan semuanya. waktu juga sebagai tempus yang menentukan eksistensi atau keberadaan manusia.

Dalam kaitannya dengan kehidupan manusia. Waktu hadir sebagai penentu tujuan fundamental yang mendasari seluruh hidup manusia. Terlepas dari mansuia sebagai makluk hidup, waktu juga memberikan catatan yang akurat dalam kaitannya dengan kejadian-kejadian yang dialami oleh manusia.

Pengelaman yang ada dalam kehiduapan manusia mempunyai kaitan yang erat dengan waktu, tanpa waktu, kejadian itu belum bisa dikatakan sebagai suatau pengelaman, karena waktulah yang menentukan kejadiannya.

Kehidupan manusia dalam kaitannya dengan segala aspek kehidupan perubahan dan terjadi tidak terlepas dari waktu. Waktu hadir sebagai sumber yang menentukan keberadaan manusia itu sendiri. Tanpa waktu eksistensi manusia dalam kehidupannya mengalami kekaburan dan tanpa kejelasan.

Segala bentuk kehidupan dan fenomena yang terjadi dalam kaitannya dengan proses keberadaan manusia, semuanya ditakdirkan dalam waktu. Seperti dalam pandangan beberapa filsuf bahwa waktu mempunyai kaitan yang erat erat dalam kehidupan manusia.

Waktu merupakan suatu pendasaran sekaligus penyadaran bagi kehidupan manusia. Manusia sebagai makhluk yang berakal budi sadar bahwa dirinya ada, ketika waktulah yang menentukan keberadaan. waktulah yang membuat dirinya sadar bahwa Manusia ada dan hidup.

Dalam kaitannya dengan pandangan filosofis tentang waktu, mempunyai korelasi antara waktu dan aktivitas kehidupan manusia. waktu dalam pengetahuan manusia yang berhubungan dengan kehidupan rohani, waktu dilihat sebagai pendasaran misteri. Pendasarannya adalah waktu yang hadir sebagai misteri itu terjadi hanya satu kali dalam pandangan dan ingatan manusia.

Waktu sebagai yang menentu subjek berada dan subjek itu sendiri adalah manusia. Dalam kaitannya waktu sebagai salah satu aspek penentu kehidupan manusia, waktu mempunyai hakikat yang berjalan sekaligus berputar.

Waktu hadir sebagai penentu kehidupan manusia. Ketika manusia sadar bahwa dirinya ada, seketika itu juga waktu hadir sebagai aspek substansi yang menyadarkan manusia sebagai subjek.

Baca Juga :  PENANGGULANGAN COVID-19 SERAHKAN KE BIDANG TUGAS DI KABINET

Manusia dalam menjalani kehidupannya mengalami tiga dimensi waktu yaitu, waktu lampau, waktu sekarang, dan waktu yang akan datang. Manusia hidup dalam irama waktu. Waktu menentukan eksistensi manusia dalam kaitannya dengan keberadaanya. kehidupan manusia sejatinya ditentukan oleh waktu.

Waktulah yang menentukan manusia itu berada. Waktu hadir sebagai rangkaian peristiwa yang ada dalam kehidupan manusia. Waktu menjadi suatu rangkaian peristiwa dalam satu objek kehidupan manusia.

Dalam kaitannya dengan waktu dan perubahannya, beberapa filsuf evolusi yang juga membicarakan tentang waktu. Sejarah yang ada dalam kehidupan manusia, tidak terlepas dari waktu yang menentukan sejarah itu ada.

Tanpa waktu sejarah tidak hadir dengan seutuhnya dan hal itu tidak terwujud dalam aspek historis dalam kehidupan manusia. Dalam kaitannya dengan ini, waktulah yang menentukan proses perubahan ilmu pengetahuan yang ada dalam kehidupan manusia.

Pencerahan ilmu pengetahuannya terwujud dalam perubahan waktu yang sejatinya juga menentukan perubahan ilmu pengetahuan yang ada dalam diri manusia.
Terlepas dari pendasaran pengetahuan dalam kehidupan manusia pada saat ini, waktu juga mempunyai hubungan yang saling keterkaitan dengan perkembangan ekonomi yang mendukung kelangsungan hidup manusia.

Sejarah yang ada mempunyai relasi aktif dalam kehidupan ekonomi manusia pada masa kini. Jelaslah bahwa, manusia mempunyai hubungan dengan pengaruh ekonomi demi melangsungkan kehidupannya. Ekonomi yang ada juga didasari oleh pekerjeaan yang dilakukan oleh manusia.

Waktu juga hadir yang menentukan perubahan bagi kehidupan manusia. Tanpa waktu manusia yang hidup tidak akan menyadari perubahan yang ada. Perubahan berlangsung disesuaikan dengan waktu.

Manusia mempunyai sejarah yang selalu ada dalam hidupnya yang berkiatan dengan aktifitas dalam hidupnya. sejarah itu ada ketika terjadi hubungan antara tindakan atau aktivitas manusia dengan waktu.

Tanpa waktu suatu kenangan atas tindakan itu bukanlah sebuah sejarah. Berkaitan dengan tradisi, waktu juga yang menentuakn tradisi itu ada dan berkembanag. Kehidupan manusia, dalam hal ini berkaitan dengan aktivitas manusia mempunyai keterkaitan dengan waktu. Waktu yang menentukan kepastiakan tindakan manusia itu berlangsung atau dilaksanakan.

Jelaslah bahwa, waktu mempunyai dasar bagi kehidupan manusia dalam segala prosesnya. Waktu mempunyai kontribusi yang begitu besar perkembangan ilmu pengetahuan pada manusia di era modern ini.

Editor: Francelino

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button