Daerah

Soal Miras, Ketua Komisi Il DPRD NTT: “Minum Itu Gunakan Otak Jangan Hanya Gunakan Bibir”

KUPANG-JARRAKPOSKUPANG.COM-
Ketua Komisi II DPRD NTT, Drs. Kasimirus Kolo, M.SI mengatakan bahwa keberadaan minuman beralkohol, minuman keras (miras) di NTT merupakan bagian dari tradisi dan kebudayaan masyarakat di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang harus di hormati.

“Mengkonsumsi miras itu tak boleh dilarang karena itu bagian dan tradisi dan kebudayaan masyarakat di NTT, karena itu dihormati. Eksistensi keberadaan miras itu memang dapat diperbolehkan, yang penting cara penggunaannnya di kontrol dan di kendalikan agar suapaya tidak berdampak pada tindakan kriminal,” ujar wakil rakyat asal Pulau Timor dari Fraksi partai NasDem ini kepada Jarrakposkupang.com.

Sebagai Ketua Komisi Yang Membidangi Ekonomi dan pembangunan, Kasimirus Kolo menjelaskan bahwa berbagai urusan-urusan keluarga ataupun urusan kebudayaan itu tidak terlepas dari kebiasaan itu, misalnya menyuguhkan moke atau miras untuk mereka yang hadir dalam acara-acara tersebut. Bisa kita katakan bahwa miras juga merupakan sarana untuk membangun rasa kebersamaan dan memupukan soal persaudaraan.Selain itu disektor ekonomi, miras juga merupakan kepentingan ekonomi masyarakat karena ada masyarakat yang pendapatan ekonominya dengan cara produksi dan menjual minuman keras tersebut

Baca Juga :  AMA-Kupang Minta Pemkab Flotim Ambil Sikap Jelang Semana Santa

Selanjutnya, menurut Kasimirus, peran pemerintah setempat harus dapat mengendalikan konsumsi miras berlebihan agar tidak terjadinya tindakan kriminal.

“Harus ada himbauan-himbauan dari pemerintah setempat kepada masyarakat bahwa komsumsi miras itu tidak dilarang, tetapi dikenadalikan. Jadi, minum itu menggunakan otak jangan hanya menggunakan bibir mulut saja, jadi minum harus ada takaran-takaran tertentu,” tegas Politisi senior Partai NasDem ini.

Baca Juga :  Gubernur VBL dan Ketua DPRD Emi Nomleni Sepakat Atasi Kemiskinan Melalui Potensi Daerah

Lanjut Mantan Wakil Rektor Unwira Kupang ini, pada intinya minum miras sesuai dengan takaran dan porsi secukupnya saja tidak boleh berlebihan agar tidak kehilangan kendali supaya tidak terjadinya tindakan kriminal. Dan yang paling penting itu produksi minuman alkohol, miras itu tidak perlu dibatasi, yang penting pemerintah setempat bisa mengendalikan dan mengawasi supaya penggunaan miras itu tidak berdampak pada tindakan kriminal yang menimbulkan kefatalan.

Jarrakposkupang.com/Mario Langun
Editor: Francelino.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button