Daerah

Polemik Ijazah Kades Warupele II: Begini Penjelasan Dinas Pendidikan Ngada

BAJAWA-JARRAKPOSKUPANG.COM-
Isu dugaan ijazah palsu Kletus Obaria,
Kepala Desa Warupele II, Kecamatan Inerie, Kabupaten Ngada, Provinsi NTT kembali menggaung.

Sejumlah tokoh masyarakat mempertanyakan kejelasan legalitas yang menyatakan bahwa Kletus Obaria, Kepala Desa Warupele II lulus dari SDK Ruto 1.

Merespon hal ini, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ngada, Vincensius Milo didampingi Sekretaris Dinas Pendidikan Ngada, Goris Keo saat ditemui wartawan di ruang kerja pada Selasa, (8/6/2021) memberikan kejelasan terkait isu dugaan ijazah palsu yang digunakan oleh Kletus Obaria dalam proses pencalonan dirinya menjadi Kepala Desa Warupele II.

Goris Keo menegaskan bahwa, untuk lulus atau tidaknya seorang peserta didik itu ada di dalam buku induknya sendiri.

“Buku induk ini tidak semua orang bisa dapat, karena buku induk merupakan privasi dari seorang peserta didik. Itu buku yang sangat rahasia tentang identitas seorang anak yang pernah belajar di satuan pendidikan. Buku itu ada pada satuan pendidikan. Di Dinas Pendidikan tidak punya di Kantor Bupati juga tidak punya, hanya ada pada Sekolah dan ketika Kepala Sekolah menyatakan yang bersangkutan lulus jadi selesailah masalahnya,” ungkap Goris sembari tersenyum.

Lanjut pria sederhana ini, tercatat di buku induk, yang bersangkutan lulus, kalau saya tidak salah 31 Desember tahun 1975. Lalu ketika setelah tamat mungkin ada persoalan saya tidak tahu jelas persoalan seperti apa, lalu ijazahnya hilang, tetapi yang bersangkutan punya surat keterangan kehilangan dari pihak Kepolisian, lalu yang bersangkutan juga punya surat keterangan yang menyatakan tamat dari Kepala Sekolah yang menggantikan posisi Kepala Sekolah terdahulu dan itu berdasarkan buku induk, bahwa yang bersangkutan tamat dari SD tersebut.

“Kemudian dari dua dasar ini, yang bersangkutan mendaftarkan diri sebagai warga belajar paket B di salah satu tempat penyelenggara. Ketika melalui proses, yang bersangkutan lulus peket B, lalu dalam suksesi kepemimpinan di Desa dia ikut, dia memenuhi syarat dan terpilih menjadi kepala desa hingga sekarang, bahkan yang bersangkutan sudah menjabat selema tiga periode,” tutur Goris.

Baca Juga :  Guru Honorer Berpeluang Tunjangan Sertifikasi,Ini Jelas Kadisdik Prov NTT

Selanjutnya untuk menunjukan kebenaran kepada publik terkait persoalan ini, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Ngada, Goris Keo memperlihatkan foto buku induk milik Kletus Obaria dari layar handphone yang ada digenggamannya kepada wartawan, yang didalamnya terdapat nomor induk yang bersangkutan 578, kemudian nama murid tertera jelas Kletus Obaria, tempat tanggal lahir, warga negara Indonesia, alamat dan agama murid nama dan pekerjaan ayah ibu tertera hingga di ujung bawah lembaran tersebut tertulis tamat besertakan tanggal bulan dan tahunnya tertera.

“Jadi dokumen ini tidak mungkin bisa diganggu gugat, yang punya kewenangan untuk menerbitkan ini hanya di SD, kita tidak bisa bahkan ada yang bilang itu ijazah disimpan di Dinas Pendidikan, nah itu keliru dan tidak ada ijazah simpan di sini. Wewenang di Dinas hanya mengesahkan bahwa memang benar seperti itu, tidak menerbitkan yang baru atau menggantikan yang ada, itu tidak,” tegasnya lagi.

Terkait surat keterangan lulus, lanjut Goris, ketika yang bersangkutan membutuhkan surat ini, maka Kepala Sekolah yang sekarang dengan rujukan pada buku induk tersebut dia harus menulis seperti yang tertera di dalam buku induk ini.

“Jadi pegangan kita di buku induk dan buku induk itu dikeluarkan pada saat sedang sekolah. Bahwa di tuliskan di buku induk itu yang bersangkutan tamat dan tamat itu sama dengan telah menyelesaikan semua proses yang harus dilewati oleh seorang siswa dalam suatu jenjeng pendidikan, ya, selesailah persoalan,” ucap Goris Keo.

Baca Juga :  Kodim 1604/Kupang Lantik Anggota Baru Saka Wira Kartika Angkatan Ke-VIII

Jadi, kata Goris, aturannya seperti itu, terus yang bersangkutan paket B lulus lalu mungkin karena minimnya pemahaman beliau maka beliau ikutlah lagi di paket A lalu yang bersangkutan lulus buktinya ada, kita punya dokumen, jadi SD nya menjadi dua kali dan menjadi aneh seolah-olah tamat SMP dulu baru masuk SD, masalah ini muncul dan beredar di masyarakat. Setelah itu pihak Ombudsman bersurat ke kita Dinas Pendidikan Ngada terkait hal ini, lalu kebetulan waktu itu saya masih di Kabid PLS, jadi saya langsung turun lapangan dan investigasi di lapangan lalu saya menemukan, akan tetapi itu dokumen ijazah itu belum diisi nama, baru nomor serinya ada itu yang dari pabrik itu, ketika saya menemukan itu kita langsung blokir meminta untuk diblokir tidak boleh dikeluarkan karena ijazah SD nya sudah pakai surat kehilangan dari pihak kepolisian dan surat keterangan lulus dari Kepala Sekolahnya selesai sudah menurut saya dan menurut peraturan perundang-undangan itu sah.

“Sehingga sampai sekarang yang bersangkutan tidak memilik ijazah paket A, yang dia miliki itu keterangan tamat dari Kepala Sekolah dan surat keterangan kehilangan dari Polisi kedua ini legal jadi tidak ada persoalan,” kata Goris.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ngada, Vinsensius Milo menegaskan kembali bahwa hal seperti ini legal dan tidak perlu dipermasalahkan.

“Sebenarnya hal-hal seperti ini legal dan resmi jangan dipermasalahkan lagi. Pada prinsipnya kita berbicara berdasarkan bukti-bukti yang ada, kita netral dan tidak memihak. Jadi yang menyatakan bersangkutan tamat itu dari Sekolahnya bukan disini,” tegas Kadis Vinsen.

Jarrakposkupang.com/Mario Langun
Editor: Francelino

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button