Daerah

Besok AMPAS Kota Kupang Kembali Datangi Polda NTT Dengan Massa Lebih Banyak

KUPANG-JARRAKPOSKUPANG.COM-
Aliansi Mahasiswa Pemuda Anti SARA (AMPAS) Kota Kupang, yang terdiri dari organisasi Lokal maupun Nasional yaitu, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), PMKRI Cabang Kupang, ITAKANRAI, PERMASNA, PERMAI, HM3T, IMMALA mendatangi Mapolda NTT.

Peristiwa yang berlangsung pada Selasa,(1/6/2021) ini guna melaporkan dugaan kasus ujaran kebencian yang disampaikan oleh Ketua DPRD Kota kupang, Yeskiel Loudoe pada tanggal 27 Mei 2021 lalu.Yang pada akhirnya membuat ketenangan dan ketentraman di kota kasih menjadi terusik.

Hal ini menjadi perhatian dari berbagai elemen masyarakat baik dari kalangan akademisi maupun masyarakat awam.

Menyikapi kabar yang berkembang sejauh ini para aktivis yang bergabung dalam Aliansi Mahasiswa Pemuda Anti Sara merasa pernyataan tersebut akan berpotensi menimbulkan perpecahan /konflik horizontal di masyarakat.

Baca Juga :  Temu Kenal Di Kab.Sabu Raijua,Pjs Bupati Ferdi Kapitan:"Berat Sama Dipikul Ringan Sama Dijinjing"

Ketua Umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kupang, Ikhwan Syahar yang mewakili Aliansi Mahasiswa Pemuda Anti Sara mengatakan, hari ini kami datang dan melaporkan dugaan terkait video ujaran kebencian yang disampaikan oleh Ketua DPRD Kota Kupang .

“Kami merasa bahwa dengan persatuan atas dasar pancasila perlu kita jaga, jangan sampai pernyataan yang disampaikan Ketua DPRD Kota ini menyebabkan konflik antara masyarakat yang hari ini berada di NTT,” Tegas Ikhwan.

Ketua PMKRI Cabang Kupang, Alfred Saunoah merasa sangat kecewa dengan respon dari pihak Polda Nusa Tenggara Timur akibat dari tidak diterimanya laporan Aliansi dengan alasan yang bagi saya tidak masuk akal katanya Tim Cyber tidak berada ditempat sehingga tidak dapat diproses dan dikeluarkannya laporan polisi.

Baca Juga :  Anggaran Pembangunan 600 Miliar,PT.DKP NTT Buka Lowongan Kerja Di Aimere

Kita sangat serius dengan laporan ini agar tidak terjadi lagi dan tidak ada oknum lainnya yang mengeluarkan pernyataan seperti ini lagi terkait dengan tidak diterimanya laporan ini. Kami berharap Polda Nusa Tenggara Timur menyediakan personil yang banyak di Tim Cyber sehingga presisi yang digaungkan oleh Kapolri hari ini dapat dijalankan sebaik mungkin oleh pihak Polda Nusa Tenggara Timur.

Lanjut Alfred, kita dari Aliansi akan kembali mendatangi Polda NTT pada tgl 02 Juni 2021 untuk menghantar laporan ini dengan massa aksi yang lebih banyak sebagai bentuk pengawalan dan juga harapan agar Polda Nusa Tenggara Timur mengusut tuntas isu sara yang beredar di masyarakat Kota Kupang.

Jarrakposkupang.com/Tim
Editor: Mario Langun

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button