Daerah

Rekaman Suara Beredar, Uskup Agung Kupang dan Ketua Sinode GMIT NTT Diminta Segera Lakukan Dialog

KUPANG-JARRAKPOSKUPANG.COM-
Sebuah rekaman suara beredar ramai di group Whatsapp hari ini, Sabtu (29/5/2021) yang berisi pernyataan berbau SARA dan diduga berisi suara Ketua DPRD Kota Kupang, Yeskiel Loudoe.

Menanggapi hal ini, Lembaga Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian Indonesia (PADMA Indonesia) meminta agar masalah ini wajib segera diredam dan diselesaikan bukan dibiarkan meluas dan liar di medsos.

“Jika dibiarkan liar di medsos dan berita media maka akan menimbulkan potensi friksi sara,” ujar Gabriel Goa, Dewan Pembina PADMA Indonesia.

Baca Juga :  Kepada Kontraktor,Wagub NTT Tegaskan Sebelum 10 November 2020 Ruas Jalan Provinsi Tuntas

Melalui pres release yang diterima media Jarrakposkupang.com, dari Jakarta, Sabtu, (29/5/2021), lanjut Gabriel , PADMA Indonesia terpanggil untuk menyelamatkan NTT sebagai Provinsi Terbaik Toleransi dan wilayah lahirnya Pancasila maka kami dari Lembaga PADMA INDONESIA (Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian Indonesia).

“Pertama mendesak Walikota Kupang dan Forkopimda Kota Kupang segera konsolidasi dalam mengatasi liarnya pernyataan SARA di medsos yang bisa mengganggu toleransi atas sesama anak bangsa di NTT, khususnya Kota Kupang,” tutur Gabriel, pria sederhana asal Flores Ngada ini.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Serahkan Sertipikat Tanah Di Kupang

Lanjut Gabriel yang juga praktisi hukum di Jakarta, Kedua, mendesak Gubernur NTT dan Forkompimda NTT agar proaktif berkoordinasi dengan Walikota Kupang dan Forkompimda segera atasi ujaran kebencian dan driskriminasi SARA.

“Ketiga, mendesak Uskup Agung Kupang Mgr Turang dan Ketua Sinode GMIT NTT agar sgera melakukan Dialog untuk atasi liarnya pemberitaan yang bisa mengarah pada konflik SARA jika tidak segera di atasi,” tegas Gabriel yang juga Ketua KOMPAK Indonesia.

Jarrakposkupang.com/Tim
Editor: Mario Langun

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button