Hukum

Gagal Tangkap Harun Masiku, Rudi Mansur Minta KPK Dibubarkan

KUPANG-JARRAKPOSKUPANG.COM-
Tokoh Muda asal Nusa Tenggara Timur (NTT), Safrudin A Mansur S.H menilai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak mampu menjalankan tugas dan kewenangannya dalam menindak tersangka kasus dugaan suap pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR RI periode 2019-2024 Dapil Sumsel 1, Harun Masiku.

Bahwasannya, lanjut pria sederhana yang akrab disapa Rudi Mansur ini, sejak ditetapkan menjadi tersangka pada 9 Januari 2020 lalu hingga sekarang, KPK masih belum bisa memproses lanjut Harun Masiku dengan beralasan dalam tahapan pencarian terhadap Harun yang tak kunjung tertangkap.

“Sudah 16 bulan lamanya, KPK hanya menyia-nyiakan waktu tanpa ada tanda-tanda buronan yang juga seorang mantan politisi PDIP akan tertangkap untuk segera diproses dan ditindak seadil-adilnya seauai dengan aturan dan Undang-Undang yang berlaku. Dengan peristiwa ini publik menilai bahwa kerja KPK tidak profesional dalam menyelesaikan kewenangannya,” ujar Rudi Mansur.

Baca Juga :  Dilantik Jadi Kabid Di Kemenkumham NTT, Wagiso:"Kita Bekerja Dengan Sungguh-Sungguh"

Lanjut Rudi yang juga praktisi hukum ketika dihubungi media Jarrakposkupang.com, pada 21/5/2021 mengatakan, sejauh ini tugas KPK hanya bisa memvonis seseorang menjadi tersangka kemudian membiarakannya menghirup udara segar diluar tanpa melakukan tindakan lanjutan.

“KPK dalam bertindak harus cepat, tepat, dan tegas, jika kinerja KPK lamban seperti ini, publik meminta KPK untuk dibubarkan saja karena sudah menyia-nyiakan waktu dan juga dana operasional Negara yang dimana sangat mengecewakan masyarakat Indonesia dan berdampak buruk pada upaya pemberantasan korupsi di Negeri yang kita cintai ini,” tegas Mansur.

Baca Juga :  "Praktek Kawin Tangkap Di Sumba Bukan Budaya Dan Itu Adalah Pelanggaran HAM"

Menurut Tokoh Muda NTT yang dikenal logis dan kritis ini menuturkan, proses penegakan hukum tidak boleh diskriminatif dan terselubung paraktik-paraktik KKN didalamnya.

“Ditengah upaya pemerintah memperbaiki citra hukum yang selama ini menurut masyarakat hukum itu ibarat sarang laba-laba yang dimana apabila semut yang masuk pasti tidak bisa keluar tetapi apabila burung yang masuk bisa keluar. Masyarakat harus diberi pendidikan yang baik soal hukum,” pungkas Mansur.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button