Daerah

Moke Berujung Kematian di Ngada, Ketua Komisi Il DPRD NTT Bilang Begini

AIMERE-JARRAKPOSKUPANG.COM-
Ketua Komisi II DPRD NTT, Drs. Kasimirus Kolo, M.SI menuturkan bahwa minuman beralkohol atau miras atau yang di beberapa daerah di NTT menyebutnya dengan moke atau sopi itu merupakan bagian dari kebutuhan tradisi daerah-daerah di NTT.

“Perlu saya sampaikan bahwa berbagai urusan-urusan keluarga ataupun urusan kebudayaan itu tidak terlepas dari kebiasaan itu misalnya menyuguhkan moke atau miras untuk mereka yang hadir dalam acara-acara tersebut. Bisa kita katakan bahwa miras juga merupakan sarana untuk membangun rasa kebersamaan memupukan soal persaudaraan,” tutur wakil rakyat asal Pulau Timor dari Fraksi partai NasDem ini saat dihubungi media Jarrakposkupang.com, Selasa (4/5/2021) malam.

Diberitakan sebelumnya dimedia ini bahwa,
telah terjadinya penganiayaan berat di Kecamatan Aimere, Kabupaten Ngada,
pada Senin, 26/4/2021, dimana pelaku membacok korban menggunakan parang yang menyebabkan korban tewas dengan luka besar di bagian dada.

Dijelaskan Kasat Reskrim Polres Ngada, Iptu I Ketut Rai, ketika dihubungi media Jarrakposkupang.com beberapa waktu lalu bahwa, penyebab utama miras, sebelumnya pelaku dan korban mengikuti acara dorong perahu selanjutnya itu dari pagi minum (miras) sampe kejadian jam 17.00.

Baca Juga :  Bupati Sikka Aniaya Kasat Sat Pol PP, TPDI: "DPRD dan Kapolres Sikka Harus Proaktif"

Dalam perbincangan media via telepon, Ketua Komisi II DPRD NTT, Kasimirus Kolo menanggapai peristiwa penganiayaan berat yang terjadi di Kabupaten Ngada, menurutnya, minum miras lalu ada aksi pembunuhan atau kriminal itu sesuatu yang keliru menurut saya. Jadi hemat saya masyarakat jangan mengkonsumsi miras secara berlebihan sehingga tidak kehilangan kontrol atau kendali yang akhirnya dapat menimbulkan dorongan untuk melakukan tindakan kejahatan sangat disayangkan. Sebenarnya peristiwa itu tidak boleh terjadi.

“Hemat saya perlu adanya perhatian dan pengawasan lebih dari orang tua dan masyarakat lingkungan sekitar agar tidak menjurus ke hal-hal yang tidak diinginkan
peran warga masyarakat setempat itu perlu, dan juga semua level pemerintah setempat mulai dari Pemerintah desa kelurahan pemerintah Kecamatan dan juga Pemerintah Kabupaten harus berperan menghimbau masyarakat tidak boleh meminum minuman keras yang berlebihan lalu kemudian menimbulkan dampak buruk seperti di Kabupaten Ngada itu,” ucap pria Kasimirus Kolo.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Serahkan Sertipikat Tanah Di Kupang

Lanjut Mantan Wakil Rektor Unwira Kupang ini, saya kira memproduksi dan mengkonsumsi miras tak boleh dilarang karena itu bagian dan tradisi dan budaya masyarakat di NTT yang dihormati. Disektor ekonomi, miras juga merupakan kepentingan ekonomi masyarakat karena ada masyarakat yang pendapatan ekonominya dengan cara produksi dan menjual minuman keras atau moke tersebut.

“Pada intinya minum miras sesuai dengan takaran dan porsi secukupnya saja. Dan yang paling penting produksi minuman alkohol, miras atau moke itu tidak perlu dibatasi, utamanya pemerintah setempat bisa mengendalikan dan mengawasi supaya penggunaan miras itu tidak berdampak pada tindakan kriminal yang menimbulkan kefatalan,” tegas Politisi senior Partai NasDem ini.

Jarrakposkupang.com/Mario Langun
Editor: Francelino

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button