Daerah

FKMR Kupang Gelar LKK

 

KUPANG-JARRAKPOSKUPANG.COM-
Forum Komunikasi Mahasiswa Riung Kupang menggelar kegiatan Latihan Kepemimpinan Kader (LKK).Kegiatan ini berlangsung tanggal 1 Mei 2021, bertempat di jalan Bajawa.

Latihan Kepemimpinan Kader (LKK) merupakan pendidikan formal organisasi FKMR. Anggota FKMR biasanya mengikuti LKK setelah menjalankan pendidikan formal lain yakn; Masa Penerimaan Anggota Baru (MPAB) dan Masa Bimbingan (Mabim).

Ketua Panitia Pelaksana LKK, Eduardus Wenggu mengatakan, sebagai kaum muda yang menjadi harapan masa depan bangsa, FKMR mestinya secara cepat dan bijak untuk terus menepis arus negatif globalisasi.

“Dampak negatif globalisasi bisa ditepis dengan cara memperkuat diri dan ikut terlibat dalam rutinitas organisasi.”

Wenggu menegaskan, kaum muda yang menjadi agen of change mestinya menjadi garda terdepan untuk membangun kekuatan secara internal dan organisatoris untuk terus berproses menuju transformasi leadership.

Lajutnya, kekuatan agen perubahan bangsa bisa terwujud tentu saja salah satunya melalui pembinaan dan mengaktulisasikan diri dalam wadah pergerakan dan pembinaan kaum muda.

Menurut Wenggu, FKMR Kupang membuka mata melihat segala persoalan yang telah terjadi pada masa kini dan yang akan datang dengan cara mempersiapakan diri menjadikan diri sebagai pemimpin visioner.

Baca Juga :  Antisipasi Covid 19,Dandim 1604/Kupang Dan Kapolda NTT Gelar Aksi Di Jalan

“Yang mampu membawa perubahan dan berpegang teguh pada prinsip kepemimpinan yang berintegritas, serta realistis demi terwujudnya bangsa dan gereja yang damai,” ujar Wenggu.

Ketua umum FKMR Kupang, Eusabius Ndari dalam pidatonya menyampaikan LKK merupakan pendidikan formal di tingkat organisasi.

“Latihan Kepemimpinan Kader pada tahun 2021, forum komunikasi mahasiswa riung mengangkat tema “membentuk kader-kader yang berjiwa pemimpin dan berpikir kritis,inovatif yang mampu menyikapi persoalan di dalam masyarakat” Mengapa demikian? Karena Dengan di adakan kegiatan LKK ini bisa membentuk diri seseorang melalui proses pawai pembinaan yang matang agar kelak bisa menjadi pemimpin yang visioner untuk membawa perubahan ”ujar Ndari.

“Untuk itu, membibitkan kader bangsa hari ini harus butuh proses bertahap dengan menjadikan wadah perhimpunan sebagai tolok ukur untuk melatih diri melalui kegiatan yang produktif guna membangun daya kritis mahasiswa agar selalu peka terhadap masalah sosial yang terjadi di masyarakat ” lanjutnya.

Ndari menambahkan, kita melihat bahwa hari ini kita masih mengalami degradasi nilai moral sebab banyak pemimpin yang tidak menjaga integritas diri karena kurangnya memahami nilai-nilai pancasila sebagai pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara akhirnya segala niat jahat itu akan di lakukan karena di kooptasi oleh banyaknya kepentingan maka dengan di adakan kegiatan ini bisa mendidik mahasiswa agar lebih siap siaga untuk menghadapi segala tantangan kehidupan khusunya kekuatan serta prinsip yang mengatasnamakan kebenaran.

Baca Juga :  Tim Dalproggar TNI AD Kunjungi Korem 161/Wira Sakti Bicara Pembangunan

Sementara itu, mewakili Orang tua Riung Silvester Tena dalam sambutannya mengatakan, menjadi anggota FKMR wajib hukumnya membina diri.

Ia menegaskan, menjadi seorang kader berarti ada pengakuan dari orang lain, bukan diri sendiri.

“Tidak bisa karena saya bergabung di FKMR mengikuti MPAB, MABIM, LKK, jadi, saya berbangga diri menjadi kader. Karena yang megakui anda kader adalah lingkungan sosial anda sendiri,” tegasnya.

Menurut silvester, menjadi kader berarti mempunyai nilai lebih.

“Masing-masing kita punya nilai lebih yang harus ditonjolkan. Menjadi kader yang paripurna, apapun yang terjadi ia tetap emas, meski direndam dalam lumpur sekalipun,” imbuhnya.

Jarrakposkupang.com/Mario Langun
Editor: Francelino

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button