Opini

Ama Jokowi, Lihatlah Lembata Dengan Mata Hatimu

OLEH: Emanuel Boli, (Pria asal Lembata tinggal di Kota Kupang-NTT), Koordinator Umum Aliansi Mahasiswa Pemuda Peduli Rakyat (Amppera – Kupang), Presidium Gerakan Masyarakat PMKRI Kupang Periode 2018/2019.

LEMBATA-JARRAKPOSKUPANG.COM-
Ama Jokowi, Presiden Republik Indonesia, mendengar kabar bahwa engkau akan mengunjungi Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) hari ini, Jumat, (09/04/2021) adalah suatu kebanggaan bagi kami. Sebab, engkau menjadi presiden pertama mengunjungi negeri 1001 paus, mamalia laut itu.

Terima kasih banyak karena hatimu tergerak untuk melihat langsung korban bencana alam di leu auq meski para bawahanmu terlebih dahulu engkau perintahkan untuk meninjau langsung situasi dan kondisi negeri kecil yang telah diporakporandakan oleh banjir dan longsor itu.

Semoga mereka yang telah meninggal dunia diterima oleh Allah SWT di Surga. Dan, mereka yang terluka dan berduka diberikan penghiburan, kesabaran, dan kesehatan.

Amo Joko Widodo, Lihatlah Lembata….
Itulah Lembata, lihatlah Lembata dengan mata hatimu. Ama jangan kaget. Lembata begitu sudah. Sejak menjadi otonomi daerah 1999, Lembata begitu lah. Biasa-biasa saja, tidak ada yang luar biasa.

Baca Juga :  NARASI UTUH LEBIH EFEKTIF DARIPADA NARASI TUNGGAL TANGANI COVID-19

Ama Jokowi,
Engkau jangan marah, melangkahkan kakimu dari bandara Wunopito mungkin sepatumu berlumpur, roda RI 01 tak berputar mulus seperti jalan di Jakarta, Ibu Kota Republik Indonesia. Lembata, negeri kecil salah urus (Pater Steph Tupen Witin, SVD).

Ama Presiden,
Selain akibat bencana alam, ada sejumlah persoalan krusial yang tak kunjung diselesaikan oleh pemimpin daerah saat ini, Eliaser Yentji Sunur, bupati periode kedua itu. Jika Ama berkesempatan, kunjungi dan rasakan panorama alam air terjun Lodovavo di Desa Atawai, Kecamatan Nagawutung, saksikan tradisi tombak paus di Desa Lamalera, Kecamatan Wulandoni, kampung halamannya Mantan Menteri Sonny Keraf dan ahli bahasa Goris Keraf, Ama Jokowi juga bisa menikmati kuliner dari dapur alam di Desa Watuwawer, Kecamatan Atawai. Namun, sekali lagi Ama jangan marah, jalan di Lembata begitu sudah. Saya yakin dan percaya, Ama pasti berbuat sesuatu untuk negeri gudang misionaris yang tersebar ke berbagai belahan dunia itu.

Ama Presiden Jokowi,
Ama tahu tidak, mungkin Lembata tidak maju-maju karena honor Bupati Eliaser Yentji Subur 408 juta per bulan sejak Januari 2021, fantastis bukan, Ama? Proyek mangkrak dimana-mana. Proyek mangkrak wisata Awololong, jembatan waima ambruk, kantor camat Buyasuri mangkrak, pasar Pada di Lewoleba, Kecamatan Nubatukan mangkrak, dll. Itu karena dugaan kuat korupsi. Ama pasti sangat tidak suka dengan korupsi

Baca Juga :  ISU IMPEACHMENT LAYU SEBELUM BERKEMBANG, MENGAPA?

Senin, 21 Desember 2020, Polda NTT menetapkan Silvester Samin, SH (pejabat pembuat komitmen) dan Abraham Yeheskiel Tzaro L (kontraktor pelaksana) sebagai tersangka kasus korupsi proyek wisata Awololong yang merugikan keuangan negara 1,4 miliar dari total anggaran 6.8 miliar. Meski berstatus sebagai tersangka, Bupati Eliaser Yentji Sunur kembali melantik Silvester Samun sebagai kepala dinas pendidikan kepemudaan dan olahraga Kabupaten Lembata, NTT. Masih banyak lagi persoalan kompleks di Lembata yang tidak bisa kami sebut satu persatu. Saya yakin dan percaya, Ama pasti berbuat sesuatu.

Ama Jokowi
Itulah secuil curahan hati mewakili rakyatmu yang sengsara dan menderita. Selamat mengabari untuk bangsa dan negara. Di pundakmu rakyat menaruh banyak harapan. Sebab, kesejahteraan dan keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi.

Tuhan memberkati.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button