Opini

Jumat Agung; “Menjadi Penolong Bagi Yang Menderita”

OLEH: Pater Yustinus Genohon Tukan

Renungan Hari Jumat Agung; 2 April 2021: “Menjadi Penolong Bagi Yang Menderita”
Yohanes, 18:1 – 19:42

MAUMERE-JARRAKPOSKUPANG.COM-
Renungan kita pada hari Jumat Agung ini bertema: Menjadi Penolong Bagi Yang Menderita. Ada seorang pemudi bernama Maria, tampak begitu kusuk mengikuti ibadat jalan salib. Setelah ibadat itu, ia menulis di halaman media sosialnya, kira-kira begini refleksinya: “Saya tidak hanya bersimpati dengan Bunda Maria, tapi saya menjadi seperti dia yang menangis dalam kesedihan ketika berjumpa dengan Putra-nya yang tidak berdaya, dan yang menyaksikan sendiri Yesus di kaki salib-Nya”.

Selain tentang Bunda Maria, pemudi itu juga merenungkan tentang Simon dari Kirene, yang dipaksa membantu memanggul salib Yesus. Simon menuruti saja meski itu bukan permintaan Yesus. Tentu Yesus amat berterima kasih kepadanya. Simon mewakili banyak orang yang ingin memberikan pertolongan yang sangat dibutuhkan Yesus, tetapi mereka takut dengan ganasnya para musuh Yesus. Ada di antara kita yang bersikap menolong secara langsung seperti Simon, dan ada yang niat menolongnya diwakili orang lain, atau ada juga yang sekedar menonton secara pasif.

Baca Juga :  TENTUKAN DI AWAL JUMLAH TARGET PENURUNAN KASUS COVID-19 RENTANG DUA MINGGU

Kemudian pemudi itu mengarahkan perhatiannya kepada Veronika yang menolong Yesus dengan mengusap wajah-Nya yang penuh darah dan luka. Cerita tentang Veronika tidak termasuk dalam kitab suci resmi Gereja tetapi dalam kitab apokrip. Misalnya, kisah Pilatus dari abad ke-2 mengisahkan bahwa seorang wanita bernama Veronika (Bernice, dalam bahasa Yunani) adalah wanita yang sama dengan yang telah disembuhkan oleh Yesus dari sakit pendarahan (Mt 9,20-22). Veronika yang membela Yesus di hadapan Pilatus bahwa Yesus tidak bersalah. Dari abad keempat atau kelima tercatat bahwa Veronika memiliki sepotong kain dengan gambar Wajah Yesus.

Bunda Maria, Simon dari Kirene dan Veronika memberikan kita contoh yang bagus tentang bagaimana menjadi penolong yang baik. Pertolongan ini digolongkan dalam dua jenis. Pertama yaitu pertolongan dalam bentuk tindakan kasih melalui perbuatan fisik. Tindakan ini ialah memikul salib berat yang dipanggul orang yang menderita seperti yang dilakukan oleh Simon dari Kirene. Kita dapat menolong mengangkat semua, sebagian, atau bagian yang kecil bebannya itu.

Baca Juga :  MELIHAT CORONA VIRUS DARI KACAMATA HUKUM

Kedua yaitu perbuatan rohani dalam bentuk kehadiran untuk menghibur, memberikan semangat, ikut berbela-rasa, dan memberikan dukungan moral serta rohani kepada mereka yang menderita. Kata-kata penghiburan, ungkapan simpati, doa-doa, dan ungkapan yang menguatkan jiwa sangat penting untuk memperkuat mental dan imannya. Keberpihakan dan pembelaan atas orang yang menderita merupakan dukungan moral yang sangat bernilai supaya mereka tidak cepat putus asa. Bunda Maria dan Veronika adalah wanita-wanita teladan yang telah melakukan ini kepada Yesus Kristus. Kita dapat melakukan yang sama seperti tiga contoh tadi.

Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa… Ya Allah maha rahim, kami mohon ampunilah kesalahan-kesalahan kami karena tidak menolong sesama yang sedang susah dan menderita. Salam Maria… Dalam nama Bapa…

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button