Nasional

Dijenguk Menteri Agama, Pria Penghadang Bom di Katedral Makassar Sampaikan Ini

Dijenguk Menteri Agama, Pria Penghadang Bom di Katedral Makassar Sampaikan Ini

MAKASSAR-JARRAKPOSKUPANG.COM-Wajah CB (52 tahun) tampak gembira saat Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas memasuki ruang perawatannya di Rumah Sakit Bhayangkara, Makassar, Senin (29/3/2021). Menag yang didampingi Dirjen Bimas Katolik Kemenag Yohanes Bayu, Kakanwil Kemenag Sulsel Khaeroni, serta jajaran pimpinan RS Bhayangkara Makassar menyempatkan menjenguk korban tragedi bom bunuh diri di depan gerbang Gereja Katedral Makassar.

“Sore Pak! Bagaimana kondisinya Pak?,” sapa orang nomor satu di Kementerian Agama ini, dan langsung disambut dengan ucapan syukur pria paruh baya tersebut.

“Puji Tuhan saya baik-baik saja pak. Saya tidak takut dengan mereka,” ucap CB.

CB adalah salah satu dari 20 korban luka akibat tragedi bom bunuh diri di depan gerbang Gereja Katedral Makassar, pada Minggu (28/3/2021). Ia diketahui sebagai petugas keamanan yang berhasil mencegah pengantin bom bunuh diri memasuki halaman gereja.

“Saya melihat motor itu melaju mau memasuki gerbang gereja. Tapi saya tahan pak dengan kedua tangan saya. Saat itu posisinya masih sekitar 1 meter di depan gerbang. Tiba-tiba meledak itu,” kisah CB.

Baca Juga :  Terkait UU ITE, Menko Polhukam: Jangan Alergi Terhadap Perubahan

“Tangan, dada, dan muka saya ikut terbakar. Saya sadar dan saat itu saya langsung berdoa. Semua biar terjadi karena kehendak-Nya,” imbuhnya.

Menag pun memuji aksi heroik CB. “Bapak hebat, pemberani. Kita memang bersama-sama harus berani ya, Pak. Kita akan sama-sama melawan mereka (teroris). Apa yang mereka lakukan bukan ajaran agama. Jangan sampai mereka membuat kita takut,” tukas Menag.

Selain menjenguk CB, Menag juga sempat berbincang dengan K (20 tahun), mahasiswi akademi keperawatan yang juga jemaat gereja. “Saya selesai ikut misa, sedang dipinggir jalan menunggu mobil, tiba-tiba ada ledakan,” ujar K kepada Menag.

Sementara di kamar lain, Menag juga menemui sepasang nenek dan cucu, Ibu M (64 tahun) dan Jibril (5 tahun). Berbeda dengan korban lainnya yang berada dekat dengan sumber ledakan, M dan sang cucu berada di seberang gereja saat tragedi tersebut terjadi.

Baca Juga :  Soal Penegakan Prokes, Petrus Selestinus: MENDAGRI Tidak Boleh Hanya Sekedar Pemanis Bibir & Penglipur Lara

“Kami ada di seberang jalan. Mau antar cucu saya main bola di lapangan karebosi,” kisah M yang mengalami luka akibat serpihan bom di paha dan betisnya.

Hal yang sama juga dialami oleh sang cucu J. Bocah berusia 5 tahun itu bahkan dengan polosnya menunjukkan luka di betisnya kepada Menag. “Sabar ya.. semoga cepat sembuh ya dek. Jagoan hebat. Tidak boleh takut lagi nanti ya,” ujar Menag sambil mengajak toss highfive bocah laki-laki tersebut.

Selain mendoakan dan memberi semangat, Menag juga menyampaikan donasi Kemenag Peduli kepada para korban. “Jangan dilihat jumlahnya ya. Tapi ini adalah tanda kasih dari kami, bahwa Bapak Ibu tidak sendiri. Kita akan bersama-sama melawan para teroris itu. Semoga semuanya lekas pulih seperti sedia kala,” kata Menag

Jarrakposkupang.com/ sumber: Kemenag RI
Editor: Mario Langun

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button