Religi

Renungan Harian Katolik, 13 Maret 2021: *”Deus, propìtius esto mihi peccatòri”*

Renungan Harian Katolik, 13 Maret 2021: *"Deus, propìtius esto mihi peccatòri"*

OLEH: Pater Yustinus Genohon Tukan

Renungan Hari Sabtu Prapaskah lll, 13 Maret 2021: *”Deus, propìtius esto mihi peccatòri”*
Luk 18:13 (Ya Allah, kasihanilah aku orang yang berdosa ini)

MAUMERE-JARRAKPOSKUPANG.COM-
TAK ada manusia yang luput dari salah dan dosa. Berkenaan dengan kesadaran akan sikap dan tampilan hidup, sesungguhnya hanya ada dua _type manusia_. Yang satu, memang tahu, sadar serta akui segala kedurjanaan dan dosa-dosanya. Yang lainnya bertarung sengit untuk mendapat kesan _benar, saleh_, serta _tak bercela_.

YANG berjuang memberi kesan saleh di mata publik akan mudah terlibat dalam parade _kemunafikan_. Atau pun ia akan tetap _berkotak-katik_ tentang rentannya sesama. Hanya sebagai publikasi agar dunia tahu dan akui: *Aku tidak sama seperti semua orang lain* (Luk 18:11). Karenanya, amat mudah dipahami, hampir tak ada manusia yang luput dari selera berkampanye tentang dosa, salah, serta ketidakhebatan sesamanya.

Baca Juga :  Renungan Harian Katolik, 28 Februari 2021: "SAYANG BERARTI BERKORBAN"

DALAM kebersamaan, dalam hidup bertetanggaan, misalnya, kisah-kisah _ingin mendapat kesan benar, baik dan saleh_, sangat mudah teralami. Tetapi, apa yang dikisahkan Yesus sebagai perumpamaan, lebih menantang lagi.
Mari kita susuri.

BAYANGKAN! Bahkan di hadapan Allah sendiri, si Farisi itu berjuang gulirkan kebenaran, kebaikan, kehebatan dan kesalehannya sendiri. Tak cuma ingin mendapatkan _pengakuan_ dan _penghargaan_ dari Allah. Tetapi lebih dari itu, si Farisi itu bahkan mau memaksa Allah untuk segera buat perbandingan antara dirinya dan di pemungut cukai dengan hasil yang sudah ia pastikan: _Ia wajib lebih cemerlang dari si pemungut cukai itu._ Tetapi, apa mungkin _chanel Kasih surgawi_ dapat diatur-atur dengan _romote control_ seturut keinginan manusia?

TENTU dosa telah merebut Kasih yang mesti ada dalam hati manusia. Kudeta dosa sebabkan terputusnya relasi manusia yang seharusnya dengan Allah dan sesama serta dengan dirinya sendiri. Dosa kaburkan citra diri manusia sebagai Gambar dan Rupa Allah sendiri. Tetapi, selalu ada peluang dan harapan untuk menemukan _jalan pulang_.

Baca Juga :  Renungan Harian Katolik, 7 Maret 2021: "Pemberantasan Korupsi"

JALAN pulang itu selalu bermuatan KASIH ALLAH tanpa syarat. Itulah Kasih yang aktif untuk menjumpai hati yang terbuka, hati yang menyesal, hati yang merendah, hati yang berkeluh. Itulah hati ‘orang buangan’ yang dilukiskan Yesus sebagai _*pribadi yang berdiri jauh-jauh dan tak berani menatap ke langit*_ . Itulah pribadi yang berseru: _*”Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini”*_. Hanya kerendahan hati dan pengakuan yang tulus lah yang membuat seorang _”kembali sebagai orang yang dibenarkan Allah”_ (Luk 18;14).

*Verbo Dei Amorem Spiranti*

Tuhan memberkati
Amin.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also
Close
Back to top button