Daerah

Pidato Perdana Bupati Andreas: Tuka, Tuku, dan Teka Filosofi Mencapai Kemakmuran & Kesejahteraan

Pidato Perdana Bupati Andreas: Tuka, Tuku, dan Teka Filosofi Mencapai Kemakmuran & Kesejahteraan

BAJAWA-JARRAKPOSKUPANG.COM-
“Pertanian dan Pariwisata dijadikan sebagai basis pembangunan dengan fokus pada “TANTE NELA PARIS” yaitu komunitas petani, peternak, Nelayan dan Pelaku Pariwisata untuk Tuka – Tuku dan Teka (3T), Tuka, Tuku, dan Teka merupakan filosofi yang menggambarkan cara untuk mencapai kemakmuran dan kesejahteraan,” ungkap Bupati Ngada, Andreas Paru, S.H., M.H.

Hal ini dikatakan Bupati Andreas dalam Acara rapat paripurna DPRD Kabupetan Ngada dalam rangka pidato perdana Bupati Ngada masa jabatan 2021-2026, yang dilaksanakan pada Rabu, 3, Februari 2021.

Selanjutnya pria sederhana ini mengatakan bahwa APRB akan bekerja bersama masyarakat agar bisa menghasilkan; Komoditi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari (Tuka), sebagian untuk disimpan/ditabung, dan selebihnya untuk diolah/diinvestasikan lagi agar memiliki nilai tambah (Tuku). Sebagiannya lagi dijual agar menghasilkan pendapatan guna untuk membiayai pendidikan, biaya kesehatan, dan biaya kebutuhan lain (Teka).

“Konsep Tuka, Tuku, Teka menggambarkan kondisi Ekonomi Makro Kabupaten Ngada dimana Tuka adalah Sektor Primer yakni Pertanian, Tuku adalah Sektor Sekunder yang terkait dengan pengolahan dan industri, sedangkan Teka adalah Sektor Tersier yakni jasa dan perdagangan. Tuka – Tuka – Teka adalah Prinsip Agribisnis yakni Tanam, Olah dan Jual,” tutur Andreas Paru.

Baca Juga :  Peringati Hari Juang TNI AD ke-74 & HUT NTT ke-61, Kodim 1604/Kupang Selenggarakan Raknamo Fun Run 5 KM 2019

Ketua DPD II Golkar Kabupaten Ngada ini melanjutkan, situasi yang kita hadapi bersama saat ini adalah Pandemi COVID-19. Karena itu, tahun 2021kita jadikan momentum bangkit dari keterpurukan akibat Pandemi Covid-19 melalui Pelaksanaan Imunisasi Massal
dan Gerakan Penegakan Protokol Kesehatan, yang dilaksanakan secara konsisten dengan tingkat kedisiplinan tinggi mulai dari tingkat Kampung-Desa-Kelurahan-Kecamatan dan Kabupaten. Perhatian Pemerintah juga diberikan pada Penanganan Dampak Ekonomi bagi Para Pelaku Usaha Mikro Kecil yang mengalami penurunan penghasilan secara signifikan.

Selanjutnya Bupati Andreas juga menjelaskan bahwa Anggaran Pembangunan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Ngada Tahun Anggaran 2021 adalah sebesar Rp. 858.105.536.973.-, dan berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 17/PMK.07/2021 tentang Penyesuaian Penggunaan Anggaran Transfer Ke Daerah dan Dana Desa Tahun Anggaran 2021, Dana Alokasi Umum (DAU) kita berkurang sebesar Rp.14.539.046.000 (3,2%) dari alokasi awal sebesar Rp.453.957.148.000. Sehingga total APBD Kabupaten Ngada 2021 menjadi sebesar Rp. 843.566.490.793.-

Baca Juga :  Gubernur VBL Ungkapkan Penyebab Industri di NTT Sulit Berkembang

“Kami juga mengajak dukungan dan partisipasi seluruh elemen masyarakat
Kabupaten Ngada dalam seluruh kegiatan pembangunan di daerah ini,” tandas Pensiunan perwira polisi ini.

Dalam acara yang penuh kekeluargaan itu hadir juga Wakil Bupati Ngada, Ketua dan Para Wakil Ketua DPRD Kabupaten Ngada, Anggota DPRD Kabupaten Ngada, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kabupaten Ngada, Sekretaris Daerah Kabupaten Ngada, Para Staf Ahli Bupati Ngada, Para Asisten Sekretaris Daerah Ngada, Para Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah, Ketua dan anggota KPUD Ngada, Ketua dan Anggota Bawaslu Ngada, Para Pimpinan Instansi Vertikal, Para Pimpinan BUMN dan BUMD, Para Pimpinan Parpol dan LSM, serta Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Para Orang Muda, Para Pelaku Tante Nela Paris, Para Pelaku Ekonomi Kreatif, Para Pelaku Dunia Usaha, Para Pedagang Pasar.

Jarrakposkupang.com/Mario Langun
Editor: Nyoman Sarjana

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button