Daerah

Ada Dampak Negatif Perpres Izin Miras, Wabup Lembata Harap Produsen Moke Dapatkan Keuntungan Lebih

Ada Dampak Negatif Perpres Izin Miras, Wabup Lembata Harap Produsen Moke Dapatkan Keuntungan Lebih

LEMBATA-JARRAKPOSKUPANG.COM-
Presiden Jokowi telah mengatur perizinan investasi untuk industri minuman keras (miras) atau beralkohol diberikan di empat provinsi. Keempatnya yaitu Bali, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, dan Papua.

Hal itu tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal yang diteken kepala negara pada 2 Februari 2021. Aturan itu merupakan turunan dari Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Terkait Perpres tersebut, menurut Wakil Bupati Lembata, Thomas Ola Langoday, perizinan miras mempunyai sisi positif dan negatif.

Mantan Dekan Ekonomi UNWIRA Kupang itu mengatakan bahwa miras berupa moke atau tuak putih adalah kebutuhan masyarakat terutama dalam seremonial.

Baca Juga :  Tetap Patuhi Prokes,Uskup Kopong Kung Pimpin Misa Tahbisan Imam Baru di Gereja Lewotolok

“Kalau untuk seremonial adat moke atau tuak putih adalah kebutuhan,” tutur pria sederhana itu kepada media Jarrakposkupang.com (1/2/2021).

Lanjut pimpinan daerah yang dikenal dengan sosok merakyat itu, akan tetapi jumlah moke masih sangat minim. Lanjutnya, minuman mokepun tidak memberikan motivasi kerja.

“Saat ini banyak generasi muda menggemari moke sebagai minuman orang hebat. Orang bergengsi. Tetapi apakah setelah minum moke mendorong gairah kerja? Belum teruji. Yang terjadi justru menimbulkan keonaran, Perkelahian, perampasan, bahkan saling membunuh,” ujar Wabup Langoday.

Sosok yang digadang-gadang masyarakat untuk bertarung dalam Pilkada Lembata mendatang itu, menyebutkan hal lainnya adalah karena mabuk moke bisa menimbulkan pemerkosaan dengan tidak mengenal usia, sex bebas yang akhirnya menjurus ke penyebaran HIV AIDS.

Baca Juga :  KSMM Undana Buka Pendaftaran Creative Online Contest Untuk Mahasiswa Se-NTT,Cek Selengkapnya

Thomas Ola Langoday pun menyarankan agar harga moke di Lembata dapat lebih tinggi dari harga miras ditempat lain agar dapat mengurangi dampak negatif dari moke itu sendiri.

“Saran saya harga moke melampaui harga miras manapun. Dengan demikian moke menjadi barang mewah.Untuk memperolehnya butuh uang yang banyak dan ditempat tertentu saja. Dengan demikian dapat menguntungkan penjual atau produsen moke tetapi mengurangi minum moke secara berlebihan sehingga menimbulkan dampak negatif,” harapnya.

Jarrakposkupang.com/ Mario Langun
Editor: Nyoman Sarjana

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button