Nasional

Kunjungan Jokowi ke Sikka Berujung Kerumunan Warga, Mengapa Bisa Terjadi?

Kunjungan Jokowi ke Sikka Berujung Kerumunan Warga, Mengapa Bisa Terjadi?

OLEH: EMRUS SIHOMBING

JAKARTA-JARRAKPOSKUPANG.COM
Kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Sikka yang berujung kerumunan warga (sebagaimana dimuat di beberapa link berita, salah satu di antarannya ada di bawah ini) seharusnya bisa diprediksi sebelum kejadian, jika Tim Komunikasi Presiden dari para komunikolog dan mereka berfungsi sekaligus penasehat Presiden bidang komunikasi.

Dengan demikian, Tim Komunikasi Presiden mampu memperkirakan kemungkinan terjadinya kerumunan warga. Atas dasar perkiraan tersebut, Tim Komunikasi Presiden harus, bahkan mutlak memberi pandangan dan nasehat kepada Presiden agar tidak lewat dari jalur tersebut atau memberi alternatif lain dengan menumpang Helikopter.

Jadi, Tim Komunikasi Presiden tidak boleh berperilaku seperti, “ada perintah”, “ada petunjuk”, “ada arahan” dan sejenisnya dalam konteks “membeo”, dalam rangka mengelola opini publik dan keberadaan Presiden dalam wacana publik.

Baca Juga :  Petrus Selestinus :Penonaktifan 75 Pegawai KPK Dapat Dipertanggungjawabkan

Jika ada di Tim Komunikasi Presiden berperilaku “membeo” harus segera dievaluasi untuk direposisi karena sangat berpotensi mengganggu pengelolaan komunikasi kepresidenan.

Oleh karena itu, Tim Komunikasi Presiden itu harus melakukan fungsi komunikasi dengan cepat, tepat, prediktif, dan punya nyali memberi nasehat kepada Presiden, tetapi dengan komunikasi asertif (menyampaikan pesan dengan menjaga perasaan orang lain).

Karena itu, posisi Tim Komunikasi Presiden selalu melekat dan bersama Presiden.

Baca Juga :  Sepuluh Juta Dosis Bahan Baku Vaksin Kembali Tiba di Indonesia

Fungsi tersebut akan berjalan dengan baik, saya berkeyakinan penuh berdasarkan otoritas keilmuan komunikasi yang saya miliki, jika Tim Komunikasi Presiden dari para Komunikolog, yang paham betul konsep, teori dan dampak sebuah tindakan sebagai simbol komunikasi. Mengapa?

Sebagai seorang ilmuan komunikasi, dengan kapabilitas dan profesionalitasnya, para Komunikolog dengan otoritas keilmuan yang dimilikinya dapat memprediksi kejadian dan efek komunikasi dari kemungkinan sebuah tindakan sebagai lambang verbal dan non verbal dari pesan komunikasi.

Untuk itu, saya menyarankan kepada Presiden, Tim Komunikasi Presiden sejatinya dari para Komunikolog.

Salam,
Emrus Sihombing
Komunikolog Indonesia

Jarrakposkupang.com/Tim
Editor: Mario Langun

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button