Daerah

AML Kupang Minta Persoalan Kepsek SMPN 1 Nubatukan Segera Ditindaklanjuti

AML Kupang Minta Persoalan Kepsek SMPN 1 Nubatukan Segera Ditindaklanjuti

KUPANG-JARRAKPOSKUPANG.COM-
Asosiasi Mahasiswa Lembata (AML) Kupang menyoroti persoalan yang terjadi di SMPN 1 Nubatukan Kabupaten Lembata. Di lansir dari media Jurnal Polisi News yang berjudul Kepsek SMPN 1 Nubatukan Dinilai Arogan, 48 Guru Ancam Mogok.

Kepala Sekolah SMPN I NUBATUKAN Kabupaten Lembata Provinsi NTT mengancam dan melontarkan kata kasar kepada tenaga pendidik di SMPN I Nubatukan.

Seperti yang diberitakan, akibat dari perbuatan Kepala Sekolah yang semena-mena itu, puluhan Guru SMPN 1 Nubatukan menyatakan Sikap, meminta Kepada Bapak Bupati Lembata untuk memberhentikan Saudara Melkior Muda Making, S, Pd dari jabatan Kepala Sekolah SMPN 1 Nubatukan dan Meminta Inspektorat Kabupaten Lembata untuk melakukan Audit Pengelolaan Keuangan Sekolah, pernyataan sikap ini tertuang dalam
surat Telahan Guru SMPN 1 Nubatukan terhadap Perilaku Kepala Sekolah yang di tujukan kepada Bupati Lembata dengan lampiran Daftar Nama yang berjumlah 48 Guru berasal dari SMPN 1 Nubatukan pada Tanggal 19 Januari 2021.

Menanggapi hal ini, Ketua Bidang Pendidikan AML Kupang, Syaiful Orowala menyayangkan apabila hal ini benar terjadi sesuai kesaksian tenaga pendidik yang telah diberitakan sebelumnya. Menurutnya sikap Kepala sekolah SMPN 1 Nubatukan dinilai terlalu arogan terhadap bawahannya dan tidak mempertimbangkan kode etik sebagai seorang guru sekaligus seorang pemimpin. Tentunya sebagai seorang pemimpin harus memiliki karakter yang baik, bukan malah menjatuhkan dan mengeluarkan kata-kata yang tidak senonoh kepada staf dalam instansi sesuai pengakuan tenaga pendidik.

Saiful Orowala mengatakan sebagai seorang pendidik sekaligus kepala sekolah, pernyataan seperti itu tidak sangat tidak etis apa lagi pernyataan tersebut menurut saya tidak menghargai, memojokkan, merendahkan, dan kemungkinan besar bisa mematikan rasa kepedulian dan niatan dalam mencerdaskan anak bangsa.

Baca Juga :  Gelar MPAB & Dies Natalis Ke III,AML Kupang Rekrut Angkatan IV

“Seorang pendidik itu harus bisa memiliki 4 kecerdasan yaitu kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional , kecerdasan spritual dan kecerdasan sosial. Melihat dari sikap kepala sekolah SMPN 1 Nubatukan sesuai dengan yang diberitakan tersebut bagi saya sudah menunjukaan kelemahan dari kecerdasan emosional yang tidak bisa mengendalikan emosi, dan kecerdasan sosial yang merendahkan atau tidak menghargai orang lain” Katanya.

“Mental dan Karakter Seperti ini harus dirubah agar terjaminnya kualitas pendidik bagi generasi penerus bangsa.
Harapan kita juga kepada Dinas pendidikan Pemuda dan Olahraga (PPO) dan Bupati Lembata agar bisa merespon persoalan ini secara serius dan menindaklanjuti tuntutan para tenaga pendidik SMPN 1 NUBATUKAN agar aktifitas belajar mengajar bisa kembali Kondusif dan terlaksana dengan baik.” Harapnya.

Sementara itu, Paskalis Suba, salah satu anggota AML Kupang melihat tindakan yang dilakukan kepala sekolah SMPN 1 Nubatukan dari berbagai sisi. Pertama, segi etika kekuasaan. Sebagai seorang pemimpin tentu ia memiliki kuasa penuh dlm mengolah dan menjaga institusinya. Kekuasaan yang dimaksud bukanlah kekuasan yang semena-mena melainkan kekuasan yang selalu mengenakan baju kebijaksanaan dan kerendahan hati.

Lanjut Paskalis Suba, pada titik ini, kepala sekolah SMPN 1 Nubatukan keluar dari spirit tersebut. Ia justru menggunakan kuasanya sebagai kepala sekolah untuk melegitimasi tindakan amoralnya. Ia terjebak dalam power abuse (penyalagunaan kekuasan).
Kedua, etika komunikasi. Gaya komunikasi seorang pemimpin haruslah gaya komunikasi yang bermoral. Seorang pemimpin harus tegas tetapi tegas yang dimaksud bukanlah selalu dalam kerangka etika. Kepala sekolah SMPN 1 Nubatukan, ia gagal dalam membangun komunikasi dengan bawahannya. Mungkin niatnya baik tetapi cara dalam mengeksplitikan niat itu yang salah.

Baca Juga :  Di Ngada Camat Belum Lampirkan SPJ,Insentif 3 Bulan Petugas Posko Covid-19 Tak Cair

Paskalis menjelaskan, ketiga secara psikologi ekspresi marah merupakan tindakan yang harus diluapkan apabila kita berada dalam kondisi tersebut. Namun, apabila ekspresi marah itu berlebihan dan sambil menakut-nakuti sesungguhnya ada sesuatu yang disembunyikan, dengan kata lain tindakan tersebut hanyalah sebuah dari “strategi” penyelamatan atau pembelaan diri. Pada titik ini ekspresi marah dari kepala sekolah SMPN 1 NUBATUKAN perlu dipertanyakan.

Ketua Umum AML Kupang Ram Sarabiti juga menegaskan tugas Pokok dari Kepala Sekolah adalah bagaimana mendongkrak tenaga pengajar untuk terus memberikan proses pembelajaran kepada murid2nya dengan lebih efisien.

“Jadi sikap yang baik dari kepala sekolah juga adalah sala satu jalan mendongkrak kinerja tenaga pengajar lain. Tetapi kalau kepala Sekolah yang seperti ini akan mampu menghadirkan dampak tersendiri bagi tenaga pengajar lain, dan dampaknya bisa jadi adalah jatuhnya kinerja tenaga pengajar dalam proses pembelajaran di sekolah dan terntunya saya berharap agar masalah ini terus ditindaklanjuti agar kedepannya tidak terjadi hal seperti ini lagi, (25/1/2021).

Menurutnya, pendidikan adalah alat untuk menciptakan berbagai perubahan, namun jika kualitas pendidik tidak terjamin dengan baik maka kualitas dari generasi penerus Lewotana ini sangat dikhawatirkan,tegasnya.

Jarrakposkupang/Mario Langun
Editor: Nyoman Sarjana

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also
Close
Back to top button