Daerah

Kuasa Hukum Menilai Sikap Kajati NTT Terhadap Kliennya Sangatlah Tendensius

Kuasa Hukum Menilai Sikap Kajati NTT Terhadap Kliennya Sangatlah Tendensius

KUPANG-JARRAKPOSKUPANG.COM-
Hal ini disampaikan kuasa hukum Afrizal alias Unyil, Meridian Dewanta Dado, SH
kepada media ini, (17/1/2020).

Sosok yang sudah cukup berpengelaman dalam bidangnya itu, menyayangkan sikap Kejati NTT atas pernyataan-peryataannya yang menyebutkan Afrizal alias Unyil sebagai mafia tanah.

“Sikap Kajati NTT Yulianto melalui berbagai pernyataannya yang menyebut Klien kami atas nama tersangka Afrizal alias Unyil sebagai Mafia Tanah dalam kasus dugaan korupsi Pengelolaan Aset Tanah Pemda Kabupaten Manggarai Barat seluas 30 hektare (ha) di Kerangan / Toro Lema Batu Kallo, Kelurahan Labuan Bajo – Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat – Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), adalah sikap yang sangat tendensius, berlebihan dan tidak berdasarkan hukum.”

Lanjut Dewanto Dado, dengan pernyataan-pernyataannya yang menyebut Klien kami atas nama tersangka Afrizal alias Unyil sebagai Mafia Tanah dalam kasus dugaan korupsi tersebut, maka itu bisa diartikan bahwa Kajati NTT Yulianto secara membabi-buta, keliru dan serampangan telah memposisikan Klien kami atas nama tersangka Afrizal alias Unyil sebagai pihak paling utama atau sebagai “bos besar” (The Godfather) yang “memimpin”, “bermain” dan “mengatur” segala urusan menyangkut jual beli atau peralihan Aset Tanah Pemda Kabupaten Manggarai Barat seluas 30 hektare (ha) di Kerangan / Toro Lema Batu Kallo, Kelurahan Labuan Bajo – Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat – Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan menggunakan uang dan kekuasaannya demi mempengaruhi pejabat penegak hukum terkait termasuk hakim dan lembaga pengadilan, padahal pada kenyataannya Klien kami atas nama tersangka Afrizal alias Unyil hanyalah warga masyarakat biasa yang demi menghidupi keluarganya, dia harus bekerja membanting tulang dengan salah satunya menjadi perantara jual beli tanah di wilayah Kabupaten Manggarai Barat dan sekitarnya.

Baca Juga :  UPACARA BENDERA DAN PELANTIKAN KENAIKAN PANGKAT BINTARA.TAMTAMA DAN PNS PERIODE 01-10-2019 KODIM 1604/KUPANG

“Arti kata “mafia” adalah perkumpulan kriminal yang secara rahasia bergerak melakukan aktivitasnya. Pada saat ini, mafia merupakan suatu perkumpulan yang dipimpin oleh seseorang yang dianggap kuat, memiliki banyak anak buah dan rata-rata memiliki keahlian dalam berkelahi. Mafia biasanya memiliki pendapatan utama yang dilakukan secara diam-diam dan ilegal, seperti penjualan narkoba, penjualan organ tubuh, judi, human trafficking (perdagangan manusia), dan lain-lain.¬†Faktanya Klien kami atas nama tersangka Afrizal alias Unyil sama sekali tidak pernah tergabung dalam perkumpulan kriminal yang bersifat rahasia dalam melakukan aktivitasnya, dan dia juga bukan pimpinan suatu perkumpulan kriminal dan bukan juga seseorang yang dianggap kuat, tidak memiliki banyak anak buah dan tidak memiliki keahlian dalam berkelahi,” tutur Merdian yang juga Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia Wilayah NTT itu.

Advokat Peradi ini juga secara tegas mengatakan bahwa kliennya tidak menjadi bagian dari mafia.

“Untuk bisa disebut sebagai bagian dari Mafia Tanah maka seseorang harus memiliki jaringan yang sangat sistematis melibatkan pemodal, spekulan tanah, calo sertifikat tanah, preman, aparat pemda, oknum notaris / PPAT, oknum aparat penegak hukum dan tentu saja oknum pejabat BPN. Klien kami atas nama Afrizal alias Unyil hanyalah salah satu dari 16 tersangka yang telah ditetapkan oleh pihak Kejaksaan Tinggi NTT dalam kasus dugaan korupsi Pengelolaan Aset Tanah Pemda Kabupaten Manggarai Barat seluas 30 hektare (ha) di Kerangan / Toro Lema Batu Kallo, Kelurahan Labuan Bajo – Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat – Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).”

Baca Juga :  BPN Mabar Dapat Protes Keras Dari Kongres Rakyat Flores Karena Jadi Agen Mafia Tanah

Lebih jauh Merdian mengatakan, dari belasan tersangka itu terdapat sosok Bupati Manggarai Barat, oknum mantan pejabat, oknum pegawai pemda, oknum pejabat BPN, oknum penegak hukum, dan oknum notaris, sehingga sangat tidak sesuai dengan logika hukum bila Kajati NTT Yulianto menyebut Klien kami atas nama tersangka Afrizal alias Unyil sebagai Mafia Tanah dalam kasus itu yang berarti seolah-olah Klien kamilah aktor utama yang memimpin dan mengatur segala urusan menyangkut jual beli atau peralihan Aset Tanah Pemda Kabupaten Manggarai Barat seluas 30 hektare (ha) di Kerangan / Toro Lema Batu Kallo, Kelurahan Labuan Bajo – Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat – Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), yang diduga merugikan keuangan negara menurut versi Kajati NTT Yulianto.

Jarrakposkupang/Mario Langun
Editor: Nyoman Sarjana

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button