Daerah

Mahasiswa PMM UMM 73 Lakukan Pengolahan Sampah Menjadi Spot Foto di Desa Lohayong

Mahasiswa PMM UMM 73 Lakukan Pengolahan Sampah Menjadi Spot Foto di Desa Lohayong

LOHAYONG-JARRAKPOSKUPANG.COM
Kelompok Pengadian Masyarakat oleh Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (PMM UMM) Kelompok 73 Gelombang 11 telah berhasil membuat sebuah spot foto erahan dasar sampah di Desa Lohayong, Kecamatan Solor Timur, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur yang merupakan tempat pengabdian kelompok ini.

Kelompok yang dibimbing Ibu Aghnia F. Inayah, M.Farm.Klin.,Apt ini beranggotakan 5 orang yakni Zulkifli Hidayat (mahasiswa Budidaya Perairan), Nur Laila Arif (mahasiswa Pendidikan Matematika), St. Rubiatul Adhawiyah Yusuf (mahasiswa Pendidikan Matematika), Mahfudah Ubaidah (mahasiswa Ilmu Hukum) dan Maria Sensiana Abon (mahasiswa Pendidikan Matematika).

Mahasiswa PMM UMM Kelompok 73 melakukan pengolahan sampah menjadi spot foto yang merupakan tindak lanjut dari pembuatan 2 bak sampah dan pembersihan pantai Desa Lohayong. Pembuatan spot foto ini adalah salah satu wujud kepedulian nyata mahasiswa untuk berpola hidup bersih dan meminimalisir permasalahan sampah di lingkungan masyarakat yang menjadi permasalahan yang belum terselesaikan hingga saat ini.

Baca Juga :  Kadivmin Jabar Tanur Bunga Di Taman Pahlawan Di Hari Dharma Karyadika 2019
Ket Foto: Mahasiswi PMM UMM 73 bersama Kepala Desa Lohayong, Abdul Gafur Keneng Foto Bersama di Spot Foto.

Spot foto ini buat dari sampah botol plastik, botol kaca, ban bekas, dan seng bekas yang diolah dan dicat sedemikian rupa yang menggunakan bambu sebagai penopang. Proses pembuatan bak sampah memakan waktu kurang lebih satu bulan yang dimulai dari desain, persiapan alat dan bahan, pembuatan hingga finishing.

Ide, desain dan konsep dari spot foto ini disiapkan oleh mahasiswa PMM UMM Kelompok 73 sedangkan pengerjaannya dilakukan secara gotong royong oleh mahasiswa, aparat Desa dan pemuda Desa Lohayong.

“Kita tidak pernah terpikir ternyata sampah yang dibuang, dianggap tidak berguna, dan yang mencemari lingkungan bisa diolah sedemikian rupa hingga sebagus dan semenarik ini” ujar Kepala Desa Lohayong, Adul Gafur Keneng.

Baca Juga :  CATATAN DINO PATTI JALAL

Letak spot foto yang strategis yakni di bibir pantai Lohayong dan berhadapan dengan jalan raya tentunya menumbuhkan ketertarikan masyarkat untuk berpose di area tersebut. Melalui spot foto mahasiswa PMM UMM Kelompok 73 mencoba mengedukasi masyarakat tentang pentingnya kebesihan lingkungan melalui tulisan singkat yang ada di spot foto misalnya tulisan “Kita putus, kalo masih buang sampah sembarangan”.

Harapan dari mahasiswa PMM UMM kelompok 73 yaitu hal ini bukan hanya untuk formalitas semata tetapi bisa dilanjutkan, dikelola dan dikembangkan oleh mayarakat dan pihak Desa Lohayong.

Jarrakposkupang.com/Mario Langun
Editor: Nyoman Sarjana

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button