Nasional

Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia Menilai Anies Baswedan Tidak Layak Disebut Gubernur DKI Jakarta

Jakarta, Jarrakposkupang.com
Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI), Petrus Selestinus mengatakan, pencopotan Baliho Rizieq Shihab oleh TNI dibawah perintah Pangdam Jaya di seluruh pelosok Jakarta, pertanda pemasangan Baliho Rizieq Shihab dilakukansecara liar, tidak resmi dan tanpa membayar pajak.Jika itu yang terjadi, maka Anies Baswedan tidak layak disebut sebagai Gubernur DKI Jakarta tetapi merupakan Gubernurnya FPI dan Rizieq Shihab.

Lanjut Advokat Peradi ini, pada sisi yang lain, pencopotan Baliho Rizieq Shihab membuktikan bahwa Satpol PP sebagai organ Pemda DKI di bidang ketertiban, tidak berdaya melakulan penindakan ketika berhadapan dengan FPI, apakah ketidakberdayaan Sat Pol PP ini karena Anies Baswedan terlalu partisan ke FPI atau karena kalah nyali sama FPI, biarlah Anies Baswedan yang harus jawab atau jelaskan sendiri.

Petrus menjelaskan, sebetulnya pencopotan Baliho Rizieq Shihab, bukan tugas pokok atau tugas tambahan TNI, namun oleh karena dampak buruk yang ditimbulkan akibat pesan-pesan atau konten dalam baliho Rizieq Shihab yang tidak memcerminkan sosok penyejuk, dan selalu membawa semangat pemecahbela, semangat anti kebhinekaan, tidak mencerminkan nilai kebangsaan dan kecintaan kepada NKRI, maka pada sisi yang demikian TNI mau tidak mau harus turun tangan.

Baca Juga :  Gabriel Goa: "KOMPAK Indonesia Desak KPK Periksa dan Tetapkan Azis Syamsudin

MESKI BUKAN TUGAS TNI TETAPI PATUT DIAPRESIASI.

“Penempatan baliho Rizieq Shihab di berbagai sudut jalan, sudah sangat mengganggu kenyamanan publik, merusak keindahan kota, memajang sosok wajah seseorang yang dibenci publik karena tutur katanya kasar, ucapanya menghina pihak lain, bahkan teror, maka pencopotan secara serentak oleh TNI patut diapresiasi.”tutur tokoh asal Nusa Tenggara Timur (NTT) ini.

Kata Petrus, selain itu pencopotan baliho Rizieq Shihab juga menggambarkan kepemimpinan Anies Baswedan yang tidak berwibawa di mata FPI, bahkan lemah dalam menegakan, aturan dan displin hidup bermasyamarakat. Adanya kelompok ormas FPI yang tidak taat aturan dan tidak tertib bermasyarakat tentu sangat mengancam posisi Jakarta sebagai Ibukota Negara bahkan Kota internasional.Karena itu langkah Pangdam Jaya mengerahkan anak buahnya menertibkan FPI dan baliho Rizieq Shihab patut didukung dan seluruh pimpinan Satpol PP DKI Jakarta harus dievaluasi kembali.

KAPOLDA METRO JAYA DITUNGGU.

“Publik Jakarta penasaran menunggu apa gebrakan Kapolda Metro Jaya yang baru, Irjen Pol. Muhamad Fadil Imran, terutama belasan kasus dugaan penistaan agama, ujaran kebencian, fitnah, pornografi dll. yang selama 3 tahun lebih tidak jalan proses hukumnya di Polda Metro Jaya. Kondisi ini.memberi kesan publik bahwa Polri selama ini sangat lemah, bahkan memihak kepada Rizieq Shihab dan FPI,”ungkap Petrus.

Baca Juga :  Menteri PPN Umumkan Proyek Usulan Gubernur di Wilayah Kalimantan, NTT, Maluku dan Papua Yang Disetujui

Lebih jauh, melalui keterangan tertulis yang diterima media ini dari Jakarta, (21/11/2020)
Petrus mengatakan, karena itu gebrakan Irjen Pol. Moh Fadil Imran adalah tagakan hukum, tangkap dan tahan Rizieq Shihab agar hukum sama bagi semua orang dan tidak ada diskriminasi. Kepemimpinan Kapolda-Kapolda Metro Jaya sebelumnya sangat lemah tidak berdaya menghadapi Rizieq Shihab dan FPI. Juga diskriminasi sangat kental termasuk SP3 terhadap kasus chat whatssApp porno dll.

“Pesan Pangdam agar FPI dibubarkan perlu ditindaklanjuti oleh Pemerintah dan Polri untuk menindak perilaku persekusi, sweeping dan lain lain.Apalagi sebentar lagi umat Kristen merayakan Natal 25 Desember 2020, karena itu perlu diambil tindakan tegas terhadap person-person FPI yang sering melakukan persekusi dan sweeping terhadap kelompok minoritas yang berbeda pandangan dan keyakinan.Jika hanya bubarkan FPI kemudian orang orangnya tidak ditindak, maka mereka akan hanya ganti baju tetapi mental dan tingkah lakunya tidak berubah dan akan terus menerus melalukan aksi anarkisnya, sehingga memberi contoh yang tidak bagi generasi muda,”pungkas Petrus yang juga Ketua Tim Task Force Forum Advokat Pengawal Pancasila (FAPP).

Jarrakposkupang.com/
Editor: Nyoman Sarjana

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button