Daerah

UPAL Kupang Gelar Diskusi Peran Generasi Muda Mempertahankan Eksistensi Budaya

UPAL Kupang Gelar Diskusi Peran Generasi Muda Mempertahankan Eksistensi Budaya

KUPANG-JARRAKPOSKUPANG.COM-
Budaya merupakan identitas bangsa yang harus dipertahankan,maka kemudian ada keharusan menjaga dan melestarikan identitas bangsa ini.

Upaya menjaga dan melestarikan budaya merupakan tanggung jawab orang-orang didalamnya.Peranan masyarakat sangatlah penting dalam melestarikan budaya termasuk generasi muda yang akan menjadi penerus bangsa.

Sebagai anak muda Desa Leuwayan pasca ditetapkan oleh Pemerintahan Kabupaten Lembata sebagai desa budaya,Perhimpunan Mahasiswa Leuwayan (UPAL) Kupang sebagai organisasi desa mengadakan diskusi daring melalui aplikasi zoom dengan tema ” PERAN GENERASI MUDA DALAM MEMPERTAHANKAN EKSISTENSI BUDAYA”. Kegiatan diskusi dilaksanakan pada Kamis, $20/11/2020).

Diskusi ini dihadiri Kepala UPT Teknologi Komunikasi Pendidikan (Tekkomdik) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Ibu Maria  N. Sadipun, S.E. M.M  dan Dosen Ilmu Pemerintahan STPM Santa Ursula, Richardus B. Toulwala.

Baca Juga :  GEMPAR-MATIM MEMINTA KEMENAG NTT, UNTUK MELIHAT KONDISI MIS AL-QALAM DI NANGA REMA

Sebagai kata pembuka awal, Ketua Umum UPAL Kupang Yohanes S. N. Amuntoda memberikan ucapan terima kasih kepada kedua pemateri yang meluangkan waktu bersama UPAL Kupang serta menjelaskan terkait bagaimana situasi kaum muda di desa Leuwayan pasca ditetapkan sebagai desa budaya pelan-pelan mulai luntur cinta akan budaya mereka bahkan bagaimana UPAL Kupang juga harus bisa mempopulerkan alat musik tatong di ibukota propinsi.

Ibu Maria Sadipun mengatakan bahwa
Budaya adalah cara hidup yang wajib kita bangun di daerah kita, budaya juga adalah karakter jati diri kita. Harus banyak menggali atau banyak berkonsultasi dengan Pemerintah Desa atau budayawan yang ada di Leuwayan agar generasi penerus harus lebih memahami alat musik kita.

Baca Juga :  Linus Lusi Tegaskan Pemkab Ngada Tetap Memilih Proses Pembelajaran Daring

“Kita harus memahami betul (misalnya Tatong) yang mana kita mengenal karakter dari Tatong untuk bisa kita perkenalkan ke masyarakat luas agar tidak asing lagi untuk menjelaskannya”. Ungkap istri dari wakil Bupati Lembata.

Dosen muda STPM Santa Ursula Ende yang di sapa Richard Toulwala mengatakan bahwa pemuda harus bisa mengimplementasikan studi kampusnya kepada masyarakat dalam bentuk pengabdian masyarakat di Desa Leuwayan.

Lanjutnya lagi bahwa UPAL Kupang sebagai target kedepannya yakni bisa membentuk tim literasi, konsultasi baik kepada semua pihak, harus bisa mengagendakan pertemuan setiap minggu agar bisa mencapai target yang diinginkan.

Jarrakposkupang.com/Mario Langun
Editor: Nyoman Sarjana

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Close
Close