DaerahEkonomiPembangunan

Leksi Madu Sebut Mubazir Kalau Ada Bandara Di Kab.Manggarai Timur

Leksi Madu Sebut Mubazir Kalau Ada Bandara Di Kab.Manggarai Timur

KUPANG-JARRAKPOSKUPANG.COM-
Karena memiliki perhatian tinggi terhadap daerahnya, putra asli daerah Manggarai Timur,Aleksius Madu,M.Pd,merespon terkait dengan persoalan sengketa lahan perencanaan pembangunan Bandara oleh pemerintah daerah Kabupaten Manggarai Timur,Kecamatan Kota Komba, Provinsi Nusa Tenggar Timur (NTT).

Aleksius Madu,M.Pd,seorang Mantan Aktivis Mahasiswa yang juga pernah menjabat sebagai Ketua forum Mahasiswa Manggarai Timur periode 2005-2006 ini,menyampaikan pendapat dan memberikan solusi positif terhadap persoalan yang sedang terjadi.

“Hemat saya masyarakat yang ingin ke Manggarai Timur menggunakan transportasi udara sebaiknya melalui bandara Pemda Manggarai yang terletak di Ruteng dan juga bandara Pemda Ngada yang terletak di Soa, kemudian ada juga pelabuhan kapal fery Pemda Ngada di Aimere sebagai alternatifnya,”tutur pria asli Manggarai Timur yabg akrab disapa Pak Leksi ini.

Baca Juga :  Mahasiswa PMM UMM 73 Lakukan Pengolahan Sampah Menjadi Spot Foto di Desa Lohayong

Lebih lanjut Leksi yang dikenal dengan semangat membangun daerahnya itu menuturkan bahwa sekarang yang harus difokuskan oleh Pemda Matim yaitu pelabuhan kapal besar dan pelabuhan bongkar muat Wae Wole, Kecamatan Kota Komba.Inilah yang sebenarnya harus dibenahi oleh pemda sehingga pelabuhan dapat berfungsi dan juga barang bongkar muat melalui pelabuhan Wae wole yang ditujukan ke daerah kabupaten Manggarai dan Ngada itu dapat dijadikan sebagai sumber kontribusi tiap kabupaten yang satu ke kabupaten lainnya itulah yang dimaksud dari kerja sama.

Baca Juga :  Kuasa Hukum Minta Polda NTT Tindak Tegas Raiymundus Seran Klau Cs

Sekertaris Alumni Pendidikan Matematika Undana itu juga menegaskan bahwa akan mubazir atau sia-sia jika ada bandara di Kabupaten Manggarai Timur.

“Jika dipaksakan untuk bngun bandara di Kabupaten Manggarai Timur,tidak menutup kemungkinan,bandara itu menjadi mubazir,karena minimnya penumpang yang datang dan pergi ke Manggarai Timur menggunakan pesawat,itu menjadi salah satu penyebabnya,”ujarnya Dosen Pendidikan Matematika Undana itu,(27/9/2020).

Jarrakposkupang.com/EM
Editor:Mario Langun

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button