DaerahEkonomiPembangunan

Akan Dibangun Bandara Di Kab.Matim, Sengketa Tanah Masih Menjadi Hambatan

Akan Dibangun Bandara Di Kab.Matim, Sengketa Tanah Masih Menjadi Hambatan

KOTA KOMBA-JARRAKPOSKUPANG.COM-
Pemda Kabupaten Manggarai Timur merencanakan untuk membangun Bandara di lokasi strategis tanjung bendera,Kelurahan Watunggene,Kecamatan Kota Komba-NTT.Sambut kabar ini masyarakat dari suku-suku yang berada disekitar lokasi itu sangat setuju untuk membangun bandara,bahwasanya dengan membagun bandara didaerah tersebut,dapat menopang kehidupan ekonomi mereka,dan bahkan masyarakat juga sudah menyerahkan hak-hak lahannya kepada Pemda Kab.Maggarai Timur.

Tetapi sampai saat ini apa,yang masih menjadi persoalan sehingga bandar udara belum dibangun-bangun juga,menjelaskan hal ini Camat Kota Komba,Hermenegildus Athman,SE,yang merupakan pemerintah diwilayah tanjung bendera menjelaskan hal-hal yang menjadi hambatan belum terjadinya pembangunan Bandara didaerahnya tersebut.

“Penempatan lokasi itu menjadi lokasi rencana pembangunan bandara sudah melalui beberapa tahapan beberapa kajian.Pemda tidak pernah memaksa lokasi itu menjadi lokasi pembangunan bandara tetapi berdasarkan uji kelayakan dari berbagai segi.Dari masyarakat setempat sangat setuju untuk dibangun bandara karena bagi mereka dengan adanya bandara di daerahnya dapat menopang ekonomi mereka dan membuka lowongan pekerjaan,”imbuh Camat Kota Komba saat ditemui media ini bersama dengan Sekcam,Kasie Pem,di Lopo Kantor Kecamatan,Kamis,(24/9/2020).

Baca Juga :  Aksi Kecut Gubernur,Aliansi PMKRI Dan GMNI Nekat Hadang Mobil Gubernur NTT

Lebih lanjut Camat yang dikenal dengan sifat merangkul itu menuturkan bahwa
yang masih menjadi hambatan yaitu antara suku dengan suku yang ada didaerah tersebut mulai mengklaim lokasi dan ukuran tanahnya sehingga menjadi hambatan dalam perencanaan pembangunan bandara.
Terus terang saja tanah di sana tandus tidak bisa ditanami apa-apa jadi saya kira kalau dibangun bandara layak sekali.

Hal senada ini juga diutarakan Sekertaris Camat Kota Komba,Yohanes Rana,Spt,bahwa”intinya pada prinsipnya masyarakat bermaslah bukan soal uang tapi penghargaan dan pembelaan tanah sukunya. Antara suku di sana mereka mengklaim tanahnya pada prinsipnya masyarakat suku diwilayah tersebut berikan tanahnya dengan cuma-cuma.”

Baca Juga :  Wagub Nae Soi Lantik Pejabat Tinggi, Administrator dan Pengawas Pemprov NTT

Diketahui bahwa luas lahan yang direncanakan untuk membangun bandara adalah 100 Hektar.

Masih pada kesempatan yang sama Kasie Pem Kecamatan Kotakomba Herman Cedot mengatakan bahwa pihaknya sudah proses -proses pendekatan.

“kami juga sudah melakukan proses-proses pendekatan dan upaya sampai dengan saat ini jadi kami katakan kepada masyarakat bahwa suku-suku yang tanahnya berada disekitar lokasi pembangunan bandara, setelah tanah bandara sudah pasti baru kita bicarakan bagi tanah-tanah disekitar bandara untuk pembagian yang meerata antara suku-suku disana,”ungkap Herman yang juga merupakan mantan Lurah Watunggene,saat ngobrol di Lopo yang merupakan swadaya dari seluruh staf Kecamatan Kota Komba itu.

Dalam pendekatan dengan masyarakat Kasie Pem Herman juga menegaskan kepada masyarakat bahwa pemerintah tidak akan membangun sesutau dilahan yang bermasalah.

Jarrakposkupang.com/Eben Mamo
Editor:Mario Langun

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button