Opini

LATAR BELAKANG BERDIRINYA IKAMMAT

LATAR BELAKANG BERDIRINYA IKAMMAT

Penulis:Sunardi Jeki

KUPANG-JARRAKPOSKUPANG.COM–
Bagi para Kader perlu dibaca, untuk menambah wawasan ke-IKAMMAT-tan
Tahun 2018 ke bawah, organisasi kedaerahan Manggarai Raya dikenal hanya satu, yakni FK2M (Forum Komunikasi Keluarga Manggarai). Organda ini mengakomodir seluruh mahasiswa Matim, Manggarai dan Mabar.

Entah berdiri sejak kapan, saya tidak tahu persis. Tapi yang jelas mahasiswa asal Matim yang bergabung saat itu diantaranya yth senior Fajarudin (meus), Lukman Hakim (Luken), Siti Waisah, Sa’dudin dkk. maaf tak disebutkan nama satu persatu.

Kerisauan di kalangan mahasiswa senior asal Matim sejak lama muncul sebagai implikasi dari perlakuan yang jauh dari kata adil. Mahasiswa Mabar mendominasi segala dimensi keorganisasian di FK2M, terutama hal-hal yang dianggap strategis. Ingin sekali mengambil jalan pintas, namun tetap memperhatikan ruang dan sikon yang tepat untuk mengekspresikan kekecewaan itu.

Mahasiswa Matim memang punya dua kelemahan besar, yakni tak adanya tokoh yang membackup dan secara kuantitaspun kita jauh di bawah mahasiswa Mabar.

Pucuk dicinta ulam tiba, sekiranya pepatah ini yang tepat untuk mendeskripsikan momentum tumbuhnya benih IKAMMAT. Kehadiran mahasiswa angkatan 08′ rupanya solutif dari kegundahan para senior. Saat itu di Kos kak Meus/Luken (kos mami papuk dasan agung) menjadi saksi bisu saat memulainya wacana pemisahan diri dari FK2M dan membangun organda baru.

Baca Juga :  ISU IMPEACHMENT LAYU SEBELUM BERKEMBANG, MENGAPA?

Kopi flores, bertawuran dengan asap rokok pada setiap mulut, pekat kopi hitam turun ke kerongkongan sementara asap rokok perlahan lepas dari 2 lobang hidung dan mulut seirama kata-kata yang penuh inspirasi dan motivasi. Tak ada yang tersembunyi sedikitpun, curahan hati para senior untuk berdikari di atas kaki sendiri begitu menguatkan.

Kami para calon maba saat itu lumayan banyak dengan bekal pengalaman di OSIS justru mendukung penuh dan mengambil bagian dalam perencanaa pendirian organda baru untuk mahasiswa Matim, bahkan memprovokasi para senior agar segera lepas diri dari keanggotaan FK2M.

Membangun organisasi memang tak semudah membalik telapak tangan, namun harus melalui proses pengkajian yg dalam, unsur-unsur mana yang harus dipenuhi sebagai standarisasi. Ada 4 hal yg sangat beralasan mengapa IKAMMAT dibangun:

1. Mengingat sistem otonomi daerah. Mahasiswa Matim harus punya organda sendiri agar bisa mengkawal kebijakan pemerintah daerah.

Baca Juga :  KEADILAN RESTORATIF SEBAGAI SOLUSI DALAM PENYELESAIAN PIDANA ANAK

2. Adanya ruang untuk belajar dan berdiskusi antar mahasiswa Matim. Menghindari dari hal-hal yang tidak bermanfaat.

3. Mempererat silaturahim di tataran mahasiswa dengan mengedepankan asas kekeluargaan.

4. Secara kuantitas, mahasiswa Matim sudah cukup dan memenuhi syarat untuk membangun organisasi.

5. Mahasiswa asal Matim dianaktirikan di FK2M

Dalam perjalanannya ternyata tak semulus yang dibayangkan, issu disintegritas di kalangan mahasiswa FK2M menjadi trending topik pada saat itu, keharmonisan mulai memudar, bahkan issu pemanggilan beberapa kader yang kami anggap sebagai senior pun tersebar. Kami para junior tidak tinggal diam, diskusi dengan para senior intens dilakukan dalam rangka menyiapkan argumentasi-argumentasi yang tepat untuk mematahkan ‘kemarahan’ mereka atas issu pemisahan diri mahasiswa asal Matim. Bahkan sempat berfikir, bisa jadi pristiwa Supersemar ala mahasiswa Matim terjadi.

Seiring berjalannya waktu, ternyata issu pemanggilan terhadap beberapa para senior hanyalah kabar burung, terbukti tidak adanya pemanggilan hingga IKAMMAT deklarasi. Dan pada akhirnya IKAMMAT secara de jure dan de facto diakui oleh seluruh organda asal NTT termasuk FK2M dan HIPMI.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close