Daerah

Sebaran Flu Babi & Polusi Udara Akibat Kotoran Hewan,Ini Jelas Kadis Peternakan Ngada

Sebaran Flu Babi & Polusi Udara Akibat Kotoran Hewan,Ini Jelas Kadis Peternakan Ngada

BAJAWA-JARRAKPOSKUPANG.COM– Sebelumnya virus flu babi (H1N1) pernah dinyatakan sebagai pandemi pada tahun 2009, kini vrius flu babi baru (G4 EA H1N1) yang mulai menyebar pertama kali di China kembali mengancam dunia termasuk Indonesia.

Indonesia, melalui Kemenkes mengklaim belum ada temuan kasus G4 di Indonesia (1/07/2020). Namun African Swine Fever (ASF) atau yang lebih mudah disebut sebagai virus demam babi Afrika ini memang sudah menjangkit beberapa hewan ternak di Indonesia, termasuk di Kabupaten Ngada,Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Hal ini telah dikonfirmasi pada 18 Agustus 2020 oleh Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Ngada, Drh. A.M. Felisitas Kila bahwa “beberapa kecamatan di Kabupaten Ngada sudah terpapar virus ASF.Yaitu Kecamatan Soa terdiri dari Kelurahan Turewuda dan Kelurahan Waepana, Kecamatan Bajawa terdiri dari Kelurahan Faobata, Kelurahan Ngedukeku, Kelurahan Lebijaga, dan Kelurahan Beja”.

Baca Juga :  Milenial Kreatif,Anggota DPR RI Julie Sutrisno Laiskodat Puji Meju Art Bajawa

Penularan ini bermula dari daging babi dari Kabupaten Ende, yang diperjual-belikan ke Kecamatan Bajawa.

Selain itu Kadis Peternakan Felisitas Kila yang juga pemerhati lingkungan sehat, mengingatkan akan solusi dari pulusi udara yang terjadi di Ngada,terutama yang bermula dari kotoran hewan.

“Kebanyakan polusi udara di Ngada diduga disebabkan oleh lokasi kandang babi yang dekat dengan hunian warga setempat.Jadi dari segi hygiene dan sanitasi lokasi kandang yang berdekatan dengan hunian warga ini tidak baik,sehingga disarankan agar lokasi kandang bisa lebih jauh sehingga tidak menimbulkan polusi”.

Baca Juga :  MORO' SI KEPO: Mobil Keliling Dukcapil Ende Yang Siap Jemput Berkas Masyarakat di 2021

Kadis Peternakan itu juga menambahkan bahwa untuk meredam bau kotoran babi,dapat digunakan EM4.

“Untuk mengurangi dan meredam bau kotoran babi dapat digunakan EM4 atau sejenisnya yang mengandung bakteri baik yang bisa berfungsi ganda yaitu dapat menghilangkan bau kotoran babi dan membantu efisiensi penyerapan pakan”,Pungkas Drh. A.M. Felisitas Kila.

Jarrakposkupang.com/Mario Langun
Editor:Nyoman Sarjana

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button