Politik

Pecah Kongsi Paket Di Ngada,Pakar Komunikasi Politik Indonesia Sebut Fenomena Ini Sangat Pragmatis

BAJAWA-JARRAKPOSKUPANG-
Terkait pecah kongsi paket Bakal Calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah dalam pilkada Ngada tahun 2020 fenomena ini mengundang komentar dari berbagai berkalangan profesi yang ada di Indonesia, kali ini Pakar Komunikasi Politik Nasional,Emrus Sihombing.

Dalam kesempatannya Emrus memandang bahwa fenomena ini sangat pragmatis dan tidak pada dasar ideologis.

“Fenomena ini sangat pragmatis karena tidak pada dasar ideologis jadinya ya “Kawin Cerai gitu Kawin Cerai Kawin Cerai kan” bahkan pernah terjadi yang sudah terpilih pun kepala daerah dan wakilnya bisa di antara mereka ada yang bentrok satu dengan yang lain saya kira sudah beberapa terjadi di Indonesia”.

Lebih lanjut Direktur Eksekutif Lembaga Emrus Corner itu menuturkan bahwa dalam pasangan calon,itu merupakan tanggung jawab sebuah Partai Politik.

Baca Juga :  Akibat Regulasi,Insentif Petugas Posko Covid -19 Di Ngada Belum Cair

“Oleh karena itulah bahwa ini menjadi tanggung jawab partai artinya Bagaimana mendidik para kader mereka itu suruh bertanggung jawab dalam pemasangan karena partai politik wajib melahirkan pemimpin yang ideologis jangan sedikit ada masalah itu bercerai atau pecah kongsi itulah akibat pemasangan itu di atas adalah dasar politik pragmatis dan transaksional siapapun itu, saya tidak bicara orangnya itu sangat pragmatis dan sangat transaksional sehingga begitu mudah mereka kawin begitu mudah juga mereka cerai juga”.

Emrus juga Menekankan sistem demokrasi dalam sebuah partai politik harus berjalan dengan efektif

Baca Juga :  Reses Di Ngada,Anggota Komisi IV DPR RI Julie Sutrisno:"Pola Program Kita Bottom Up"

“Yang bagus adalah demokrasi yaitu kompromi antara berbagai kepentingan itu lebih baik karena politik itu seni berkompromi”tutur Emrus,11/8/2020.

Dari fenomena pecah kongsi ini juga merupakan salah satu contoh bahwa politik kita di Indonesia masih,pragmatis dan transaksional ini salah satu contoh, masih banyak contoh-contoh yang lain.

Sementara itu, pragmatisme politik menurut kamus politik umum dapat diartikan sebagai sikap dari politisi yang bersifat pragmatis yang mana menjadikan politik sebagai sarana untuk mencapai keuntungan dan kepentingan pribadi. Pragmatisme politik menganggap bahwa berpolitik merupakan cara mudah untuk meraih status sosial terhormat, kedudukan dan jabatan tinggi, serta kemampuan ekonomi.

Jarrakposkupang.com/Mario Langun
Editor: Nyoman Sarjana

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button