Daerah

Info DPR RI:Melki Laka Lena Dan BPOM Siap Fasilitasi Warga Aimere Dapatkan Izin Industri Edar Moke

AIMERE-JARRAKPOSKUPANG –
Sebagai bentuk kepedulian terhadap
masyarakat Provinsi NTT akan bahaya konsumsi obat dan makanan yang dapat menimbukan keracunan, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI,Emanuel Melkiedes Laka Lena menggandeng Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) NTT serta Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait obat dan makanan yang aman dikonsumsi dari sisi kesehatannya.

Dalam sosialisasi yang dihadiri ratusan masyarakat Aimere-Ngada ini,Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Melki Leka Lena banyak memberikan motivasi dan bicara soal ketahanan pangan,dengan menyoroti pangan yang diolah oleh masyarakat setempat yaitu alkohol atau sebutan khas daerahnya moke arak Aimere.

“Intinya setiap masalah bapak-ibu yang sedang dihadapi disini, itu bisa kita selesaikan,kita selesaikan pelan-pelan”ujar Ketua DPD I Partai Golkar NTT itu.

Lebih Lanjut Melki juga menyadarkan masyarakat akan prinsip-prinsip penting yang baik bagi kesehatan dalam pengolahan moke menggunakan olahan tradisional.

“Kalau kita mau olah moke atau alkohol kita ini tetap olah tradisional itu juga tidak bermasalah yang penting prinsip-prinsip dasar kesehatan prinsip sanitasi, prinsip minuman yang bersih, baik dan berkualitas itu berjalan,” jelas Laka Lena yang merupakan lulusan Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta ini,Selasa,(11/8/2020).

Baca Juga :  Virus Corona:WKRI NTT Siap Salurkan Bantuan Dari Melki Laka Lena,Wakil Ketua Komisi IX DPR RI,Ke Masyarakat Desa

Melki juga menyatakan kesiapannya untuk mengandeng para investor untuk membantu mengolah moke di daerah setempat.

Pemateri Sosialisasi Memberikan Informasi Dan Edukasi Kepada Masyarakat

Kegiatan yang bertempat di Vila Aryanth Aimere ini dalam kesempatannya Penjabat Struktural BPOM Kupang,Yosep Nahak mengatakan, “Persoalan makanan ini menjadi tuntutan karena berhubungan dengan kesehatan tubuh juga keamanan makanan merupakan tanggung jawab kita bersama.”

Nahak juga mengingatkan masyarakat agar makan dan minum sebelum dikonsumsi harus dilihat waktu kedaluwarsa serta diolah benar-benar masak sebelum dikonsumsi.
Lebih lanjut Nahak menuturkan,”Bicara soal keamanan pangan,minuman beralkohol yang bapak-ibu olah ini, bagian dari pangan ada ketentuan minuman beralkohol yang beredar yang diproduksi dalam negeri atau yang kita impor wajib memenuhi standar keamanan dan standar mutu.Jadi makanan atau minuman beralkohol itu harus ada label dan izin usaha dari perindustrian.Minuman alkohol itu merupakan barang dalam pengawasan yang berarti pengadaan, peredaran dan penjualan minuman beralkohol diawasi.Untuk membuat minuman alkohol punya lebal dan nomor.yang pertama harus punya izin industri dari menteri perindustrian untuk diedarkan.”

Baca Juga :  Anggota DPRD NTT Fraksi PAN,Siena Katarina "Tolong Cabut Kembali Izin Tambang Dan Semen"

“Untuk itu usaha alkohol bapak-mama yang sendiri-sendiri di rumah masing-masing itu, kita kumpulkan menjadi satu pengolahan sehingga pemenuhan cara produksi akan lebih muda, lalu kita akan proses dan memiliki nomor izin edar atau label resminya. Kami siap fasilitasi.Kami dari BPOM,dan juga saya kira kita punya anggota dewan Pak Melki pasti bisa,” janji Nahak.

Kegiatan yang sangat mengedukasi bagi masyarakat itu dihadir pula tokoh masyarakat,Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada, Anggota DPRD Kabupaten Ngada Raymundus Bena, Plh Kepala Seksi Farmasi Dan Kesehetan Makanan dan Minuman Dinas Kesehatan Ngada, dan ratusan masyarakat dari Desa Legalapu yang lebih banyak berprofesi sebagai pengelolah minuman alkohol tradisonal atau moke.

Jarrakposkupang.com/Mario Langun
Editor: Nyoman Sarjana

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button